Usut Kasus Gratifikasi dan TPPU Puput Tantrina, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Ketua PCNU Kraksaan serta Probolinggo 

Bondowoso, Obor Rakyat - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua pimpinan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Timur, terkait penyidikan kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) eks Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bondowoso, Obor Rakyat – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua pimpinan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Timur, terkait penyidikan kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) eks Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.

Dua orang itu adalah Ketua PCNU Kraksaan, Muzamil dan Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Abdul Hamid.

“Hari ini bertempat di Polres Probolinggo Kota, tim penyidik menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan saksi- saksi, Muzamil (Ketua PCNU Kraksaan); Abdul Hamid (Ketua PCNU Kab Probolinggo),” kata Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (22/2/2024).

Baca juga: Diduga Dana PEN Situbondo Bermasalah, KPK Panggil Sejumlah Rekanan Kontraktor

Total ada 24 saksi yang dipanggil KPK, berikut daftarnya:

1. Drs. H. Didik Abdurrahim (Pensiunan PNS/mantan Camat Pajarakan).

2. Ahsan Basori (Staf Bagian Kesra).

3. Muzamil (Ketua PCNU Kraksaan).

4. Abdul Hamid (Ketua PCNU Kab. Probolinggo).

5. Ir. H. Ahmad Hasyim Ashari, MM (Asisten II Bid. Perekonomian & Pembangunan Setda Kab. Probolinggo tahun 2022).

6. Boidi (Kasubbag Keuangan Dinas Perhubungan Kab. Probolinggo tahun 2022).

Baca Juga :  Proyek Jaling di Desa Pantai Bakti Bekasi, Diduga Tanpa Pengawas 

7. Sudarmono, ST (Sekcam Krejengan).

8. Rusma Candra Teguh Imansyah, ST (Staf pada Bagian Umum Setda Kab. Probolinggo).

9. Zamroni Fassya, SHI (Staf pada Bagian Prokopim Setda Kab. Probolinggo).

10. Ponirin (PNS/Kabag Administrasi Pemerintahan Setda Kab. Probolinggo; Camat Kraksaan tahun 2020-Agustus 2023).

11. RR. Deny Kartika Sari, SH, MM (PNS/Camat Gending tahun 2021).

12. Subur (Pensiunan PNS; jabatan terakhir Pengelola Pengendalian, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan).

13. Winata Leo Chandra (Staf pada Dinas PUPR Pemkab Probolinggo).

14. Hary Tjahjono (Camat Gending tahun 2021).

15. Suharto, S.Sos., M.Si. (Pensiunan PNS/Camat Krejengan tahun 2013-2016).

16. Puja Kurniawan (PNS/Camat Besuk tahun 2022).

17. Muhammad Ridwan (PNS/Camat Paiton tahun 2022).

18. Asrul Bustami (PNS/Kabid SDA – Dinas PUPR tahun 2022).

19. Jurianto (PNS/Kabid Anggaran Badan Keuangan Daerah Pemkab Probolinggo tahun 2021).

20. Mujoko (PNS/Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Pemkab Probolinggo tahun 2021).

21. Deni Surya Putra (Swasta/PT Sidomukti Berkah Properti).

22. Hadi Djoko Purwanto (Swasta).

23. Widji Santoso (Pemilik CV Santoso).

24. Zulfikar Imawan (Swasta).

Baca Juga :  Guna Memastikan Efektivitas dan Berkelanjutan Program Bantuan Pangan, Pj Bupati Bondowoso Monitoring Penyalurannya

KPK menetapkan Puput Tantriana Sari dan suaminya yang juga anggota DPR RI, Hasan Aminudin, sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi dan pencucian uang.

Penetapan itu berdasarkan pengembangan dari kasus suap jual beli jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, yang sebelumnya telah menjerat mereka berdua.

Dalam perkara itu, Puput dan Hasan telah divonis masing-masing 4 tahun penjara.

Sementara terkait kasus gratifikasi dan TPPU, KPK sejauh ini sudah menyita aset Puput dan kawan-kawan dengan total menyentuh nominal Rp104,8 miliar. (bm)

Baca juga: Viral, Banner Berjejer Bertuliskan Tokoh Masyarakat Dukung KPK Tuntaskan Korupsi Eks Bupati Probolinggo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *