
Bondowoso, Obor Rakyat – Kejaksaan menahan satu orang ASN di Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, inisial M.
Selain M, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso juga menahan dua orang swasta, yakni ES dan RM, Selasa (16/7/2024).
Mereka diduga terlibat korupsi proyek rekonstruksi jalan Bata-Tegal Jati, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler tahun anggaran 2022, sehingga negara mengalami kerugian kurang lebih Rp 2 miliar.
Kajari Bondowoso, Dzakiyul Fikri, mengatakan, sesungguhnya kasus ini sudah lama, ketika dilakukan rangkaian kegiatan penyidikan yang kemudian ditindaklanjuti dengan berapa kali ekspose, ada beberapa alat bukti yang ditemukan.
Baca juga: KPK Panggil Dosen Teknik Perkapalan ITS Surabaya, Terkait Dugaan Korupsi di Kemhan
Menurutnya, dalam kasus ini peran M selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mantan kepala dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso. Sedangkan ES yang menandatangani kontrak dari pihak penyedia.
“Apa peran dan segala macam, memang dijadikan kontrak tapi tidak kerja, namun dikerjakan orang lain yang notabene ES sebagai kepanjangan tangan,” kata Kajari.
Kemudian, RM selaku pengendali perusahaan (rekanan) atau beneficial owner.
“Jadi tiga orang ini dilakukan penahanan secara paksa, nanti sesuai dengan proses yang ada kita akan secepat mungkin dilimpahkan ke pengadilan negeri,” katanya sambil mengimbuhkan, apa salah atau tidak itu keputusan pengadilan. (tif)