Dorong Kenaikan PAD 2025, Sektor Kesehatan Bondowoso Siapkan Layanan Baru dan Tambah Dokter Spesialis

Bondowoso, Obor Rakyat – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kesehatan mendapat dukungan penuh dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bondowoso.
Bapemperda DPRD Bondowoso rapat bersama dengan sejumlah kepala OPD.

Bondowoso, Obor Rakyat – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kesehatan mendapat dukungan penuh dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bondowoso.

Pada Selasa (2/12/2025), RSUD dr. Koesnadi dan Dinas Kesehatan Bondowoso memastikan langkah strategis tengah disiapkan untuk mendongkrak pendapatan daerah melalui layanan kesehatan.

Direktur RSUD dr. Koesnadi, dr. Yus Priyatna, menyampaikan bahwa penguatan PAD dari rumah sakit akan bertumpu pada perluasan layanan dan peningkatan kualitas tenaga medis. Penambahan dokter spesialis menjadi salah satu strategi utama.

“Semangat untuk meningkatkan PAD itu kami respon dengan meningkatkan pelayanan. Dokter spesialis yang sebelumnya kurang, sekarang sudah banyak yang masuk. Dari total 40 yang sudah bekerja, ada sekitar delapan yang masih sekolah dan akan kembali, sehingga nanti totalnya bisa mencapai 50,” ujarnya.

Menurut dr. Yus, semakin lengkap fasilitas dan tenaga medis, semakin besar peluang rumah sakit menghadirkan layanan baru yang kompetitif, sehingga mampu meningkatkan pendapatan sekaligus memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Proyek Dana Desa Tahun 2023 Dikabarkan Tak Tampak di Sumber Kalong Bondowoso, Camat dan Kades Berikan Penjelasan

Puskesmas Bersiap Bertransformasi Menjadi BLUD

Selain rumah sakit, Dinas Kesehatan Bondowoso juga mendorong puskesmas untuk lebih kreatif menggali sumber PAD seiring rencana perubahan status menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada 2025.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Arief Soedibyo, mengungkapkan bahwa Bapemperda mengarahkan agar puskesmas mulai menggali potensi pendapatan baru yang legal dan sesuai aturan.

“Anggota dewan mengarahkan supaya puskesmas menggali potensi-potensi pendapatan yang bisa masuk PAD. Misalnya parkir, kemudian pelayanan tambahan seperti pijat bayi atau layanan-layanan lain yang punya nilai tambah,” jelasnya.

Arief menambahkan, peningkatan PAD tidak hanya bergantung pada inovasi pendapatan, tetapi juga kualitas layanan kesehatan. Dengan cakupan peserta BPJS di Bondowoso yang mencapai 98,9 persen dan tingkat keaktifan di atas 80 persen, peluang penambahan pendapatan melalui klaim layanan semakin terbuka.

Perluasan Layanan Laboratorium di RSUD

Dalam rangka meningkatkan pelayanan sekaligus pendapatan, RSUD dr. Koesnadi juga memperluas layanan laboratorium. Sejumlah pemeriksaan yang sebelumnya tidak tersedia kini dapat diakses masyarakat dengan metode lebih modern dan tarif lebih kompetitif.

“Sekarang sudah banyak pemeriksaan yang dulu tidak ada, kini tersedia. Contohnya pemeriksaan tipes, yang sebelumnya menggunakan metode Widar, sekarang memakai metode terbaru. Ini tentu meningkatkan pelayanan sekaligus pendapatan,” tambah Arief.

Ke depan, layanan laboratorium di RSUD direncanakan beroperasi hingga sore hari untuk memperluas akses dan memaksimalkan potensi PAD.

Sektor Kesehatan Disiapkan Jadi Kontributor Utama PAD 2025

Dengan strategi terpadu antara rumah sakit dan puskesmas—mulai dari penambahan dokter spesialis, pembukaan layanan baru, peningkatan laboratorium, hingga inovasi layanan di tingkat BLUD, pemerintah daerah menargetkan sektor kesehatan mampu menjadi salah satu penopang utama pendapatan daerah pada tahun mendatang.

Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga memperkuat kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Bondowoso secara berkelanjutan. (*)

Penulis : Latif J
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *