Perhutani KPH Bondowoso Ikuti Psikotes Pemegang Senpi, Perkuat Profesionalisme Polisi Kehutanan

Bondowoso, Obor Rakyat – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso berpartisipasi aktif dalam kegiatan psikotes bagi pemegang dan calon pemegang Senjata Api (Senpi) yang diperuntukkan bagi jajaran Polisi Kehutanan.
acara psikotes bagi pemegang dan calon pemegang Senjata Api (Senpi) yang diperuntukkan bagi jajaran Polisi Kehutanan yang berlangsung di Gedung Tectona, Divisi Regional (Divre) Perum Perhutani Jawa Timur.

Bondowoso, Obor Rakyat – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso berpartisipasi aktif dalam kegiatan psikotes bagi pemegang dan calon pemegang Senjata Api (Senpi) yang diperuntukkan bagi jajaran Polisi Kehutanan.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Tectona, Divisi Regional (Divre) Perum Perhutani Jawa Timur ini digelar melalui kerja sama resmi antara Perum Perhutani dan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Kamis (11/12/2025).

Psikotes tersebut merupakan prosedur standar yang wajib dipenuhi sebagai bentuk penguatan aspek keamanan dan profesionalisme aparatur. Setiap personel Polisi Kehutanan, baik pemohon baru maupun pemegang Senpi aktif, diwajibkan mengikuti pemeriksaan psikologis secara berkala. Langkah ini menjadi mekanisme pengawasan untuk memastikan kelayakan mental, stabilitas emosi, serta kemampuan pengendalian diri para petugas dalam penggunaan senjata api.

Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, yang turut mengikuti rangkaian kegiatan, menegaskan bahwa kewenangan penggunaan Senpi tidak diberikan secara instan.

“Penggunaan senjata api harus melalui beberapa tahapan uji, termasuk tes psikologi, kesehatan, dan keterampilan teknis. Ini berlaku tidak hanya bagi calon pemegang Senpi, tetapi juga bagi petugas yang sudah memegang Senpi. Secara kontinyu, mereka wajib mengikuti psikotes untuk memastikan bahwa kondisi mental dan emosional tetap stabil, sehingga penggunaan senjata dilakukan secara bijaksana tanpa melanggar aturan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tangisan Keluarga Tersangka Korupsi Dana Desa Menggema di Kejari Bondowoso, Dua Perangkat Desa Padasan Resmi Ditahan

Munir menjelaskan bahwa pemeriksaan rutin sangat diperlukan mengingat kondisi tugas di lapangan kerap diwarnai dinamika dan risiko tinggi. Petugas Polisi Kehutanan sering menghadapi potensi konflik, ancaman keamanan, hingga situasi yang membutuhkan ketepatan dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, pemeriksaan berkala menjadi upaya menjaga kesiapan psikologis sekaligus meningkatkan kewaspadaan.

Rangkaian psikotes mencakup evaluasi kepribadian, tes kestabilan emosi, kemampuan beradaptasi terhadap tekanan, hingga penilaian reaksi dalam kondisi genting. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai aturan hukum kepemilikan Senpi, prosedur operasional penggunaannya, serta konsekuensi hukum apabila terjadi pelanggaran atau penyalahgunaan senjata.

Melalui kegiatan ini, Perhutani berharap kualitas profesionalisme dan kedisiplinan Polisi Kehutanan semakin meningkat. Penerapan psikotes berkelanjutan dinilai mampu memastikan bahwa penggunaan Senpi di lingkungan Perhutani tetap berada dalam koridor hukum, etika, dan mengutamakan keselamatan petugas maupun masyarakat.

Sinergi antara Perhutani dan Polda Jawa Timur menjadi wujud komitmen kedua lembaga dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Kegiatan ini juga memperkuat upaya pengawasan dan pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan senjata api, sehingga tugas perlindungan hutan dapat dijalankan secara komprehensif dan berkelanjutan. (*)

Penulis : Imam Rofi’i
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *