Bendungan Talang Jember, Warisan Kolonial Belanda yang Masih Menghidupi Pertanian Hingga Kini

Jember, Obor Rakyat – Bendungan Talang di Kabupaten Jember merupakan salah satu peninggalan infrastruktur kolonial Belanda yang hingga kini masih berfungsi vital bagi kehidupan pertanian masyarakat.
Judul : Bendungan Talang Jember, Warisan Kolonial Belanda yang Masih Menghidupi Pertanian Hingga Kini
Ket photo: Bendungan Talang Jember, Warisan Kolonial Belanda yang berdiri kokoh.

Jember, Obor Rakyat – Bendungan Talang di Kabupaten Jember merupakan salah satu peninggalan infrastruktur kolonial Belanda yang hingga kini masih berfungsi vital bagi kehidupan pertanian masyarakat.

Dibangun sekitar dekade 1920-an, bendungan gerak ini menjadi saksi sejarah kebijakan agraria Hindia Belanda pada masa Cultuurstelsel atau Tanam Paksa, terutama untuk mendukung perkebunan tebu dan tembakau yang kala itu menjadi komoditas unggulan kolonial.

Berlokasi di Dusun Babatan, Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Bendungan Talang dirancang sebagai sistem pengendali dan pembagi air Sungai Mayang. Keberadaannya memungkinkan pengairan yang stabil bagi ribuan hektar lahan pertanian di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mayang, yang hingga kini masih menjadi tulang punggung produksi padi di wilayah selatan Jember.

Secara arsitektural, Bendungan Talang mencerminkan keunggulan teknik sipil Belanda awal abad ke-20. Struktur beton bertulang yang kokoh, mekanisme pintu air manual, serta keberadaan plakat berbahasa Belanda menjadi penanda autentik nilai sejarah bangunan ini. Meski telah berusia lebih dari satu abad, bendungan tersebut tetap berfungsi optimal dengan perawatan berkala dari instansi pengelola sumber daya air.

Tak hanya berperan sebagai infrastruktur irigasi, Bendungan Talang kini juga berkembang menjadi ikon sejarah lokal dan ruang publik alternatif. Lanskap sungai yang berpadu dengan bangunan kolonial menjadikannya destinasi favorit komunitas pesepeda dan pecinta sejarah, terutama pada akhir pekan. Banyak pengunjung datang untuk menikmati suasana sekaligus merekam jejak peninggalan kolonial yang masih hidup di tengah aktivitas masyarakat modern.

Baca Juga :  Gus Fawait: Pembangunan Jember Dimulai dari Hati, Peran Guru Ngaji dan Ibu Sangat Strategis

Sejarawan lokal menilai Bendungan Talang sebagai contoh nyata bagaimana warisan kolonial dapat direinterpretasi secara positif.

“Meski dibangun dalam konteks eksploitasi kolonial, hari ini bendungan ini sepenuhnya menjadi milik rakyat dan berkontribusi langsung pada ketahanan pangan,” ujar warga setempat, Senin (15/12/2025).

Dengan fungsi teknis yang tetap relevan dan nilai historis yang tinggi, Bendungan Talang Jember bukan sekadar bangunan lama, melainkan monumen hidup yang merekam perjalanan panjang pertanian, kolonialisme, dan adaptasi masyarakat Jawa Timur hingga masa kini. (*)

Penulis : Saiful Bahri
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *