Perhutani KPH Bondowoso Perkuat Sinergi Mitigasi Banjir dan Longsor Bersama Polres dan DPRD

Bondowoso, Obor Rakyat – Meningkatnya intensitas curah hujan di Kabupaten Bondowoso dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor. Kondisi geografis Bondowoso yang didominasi perbukitan dan pegunungan dengan kemiringan lereng curam menjadikan sejumlah wilayah rawan terdampak bencana, khususnya di kawasan sekitar hutan.
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir menyambut kunjungan Ketua DPRD Achmad Dhafir, Kapolres Harto Agung Cahyono, dan Kasat Intelkam AKP Akhmad Santoso serta Kasat Humas Polres IPDA Bobby Dwi Siswanto.

Bondowoso, Obor Rakyat – Meningkatnya intensitas curah hujan di Kabupaten Bondowoso dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor. Kondisi geografis Bondowoso yang didominasi perbukitan dan pegunungan dengan kemiringan lereng curam menjadikan sejumlah wilayah rawan terdampak bencana, khususnya di kawasan sekitar hutan.

Menyikapi potensi tersebut, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso memperkuat sinergi lintas sektor melalui rapat koordinasi bersama Polres Bondowoso dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bondowoso.

Penguatan koordinasi tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Kapolres Bondowoso dan Ketua DPRD ke Kantor Perhutani KPH Bondowoso, Senin (15/12/2025).

Kunjungan diterima langsung oleh Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, dengan agenda utama pembahasan strategi mitigasi dan penanggulangan bencana banjir serta tanah longsor, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono menekankan pentingnya dukungan data teknis dari Perhutani sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam penanganan bencana. Data tersebut meliputi peta daerah rawan bencana, daerah aliran sungai (DAS), serta titik-titik kritis yang berpotensi mengalami longsor dan banjir.

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Bondowoso Ungkap Kasus Curanmor di Pujer, Dua Tersangka Diamankan

“Data dari Perhutani sangat krusial untuk memperkuat langkah pencegahan dan respons cepat saat terjadi bencana, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat, terukur, dan terkoordinasi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Achmad Dhafir menyampaikan bahwa sinergi antarinstansi merupakan kunci utama dalam membangun sistem mitigasi bencana yang terpadu dan berkelanjutan.

Menurutnya, pemanfaatan data lapangan dan kajian teknis dari Perhutani akan membantu meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat.

Sementara itu, Misbakhul Munir menjelaskan bahwa hasil pemetaan dan evaluasi kejadian sebelumnya menunjukkan sejumlah wilayah di Bondowoso memiliki tingkat kerawanan tinggi, salah satunya Kecamatan Ijen yang secara geomorfologis rawan tanah longsor dan banjir.

Ia juga mengingatkan kejadian banjir pada tahun 2024 di Desa Gunungsari Kecamatan Maesan dan Desa Pakisan Kecamatan Tlogosari, akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan peningkatan debit air hingga merendam permukiman warga.

“Perhutani KPH Bondowoso terlibat langsung dalam penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, penyaluran bantuan logistik, hingga penyediaan sarana air bersih. Ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus komitmen Perhutani dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Perhutani KPH Bondowoso menegaskan kesiapan untuk terus bersinergi dengan Polres Bondowoso, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan dalam manajemen risiko bencana terpadu. Upaya tersebut mencakup langkah preventif, peningkatan pengawasan kawasan rawan, penguatan kesiapsiagaan sumber daya, serta respons cepat saat terjadi bencana.

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri jajaran Polres Bondowoso, antara lain Kasat Intelkam AKP Akhmad Santoso dan Kasat Humas Polres Bondowoso IPDA Bobby Dwi Siswanto. Dalam pertemuan tersebut, para pihak juga membahas kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta penguatan koordinasi operasional dalam menghadapi potensi bencana alam di Kabupaten Bondowoso. (*)

Penulis : Imam Rofi’i
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *