
Aceh, Obor Rakyat – Anggota DPR RI asal Aceh, Muslim Ayub, menegaskan bahwa penanganan bencana di wilayah Sumatra, khususnya Aceh, harus mengedepankan kecepatan dan ketepatan kerja.
Menurutnya, dalam situasi darurat, aspek kemanusiaan tidak boleh terhambat oleh prosedur birokrasi yang berlarut-larut.
“Penanganan bencana adalah tanggung jawab kemanusiaan. Dalam kondisi darurat, negara harus hadir dengan kerja yang cepat dan tepat,” ujar Muslim Ayub, Legislator Fraksi Partai NasDem, Sabtu (3/1/2026).
Sebagai wujud komitmen tersebut, Muslim Ayub turun langsung ke lapangan selama 30 hari untuk meninjau dampak bencana di berbagai wilayah Provinsi Aceh. Ia mengunjungi kawasan pesisir, pedalaman, hingga daerah pegunungan yang sulit dijangkau akibat keterbatasan akses transportasi.
Selama peninjauan, Muslim Ayub tidak hanya memantau kondisi lapangan, tetapi juga merasakan langsung kesulitan masyarakat terdampak bencana, mulai dari rusaknya infrastruktur, terhambatnya distribusi logistik, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Ia menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, tidak boleh ada penundaan pengambilan keputusan. Ketegasan di lapangan dinilai penting agar bantuan kemanusiaan dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kondisi darurat menuntut kerja cepat dan tepat. Kepentingan kemanusiaan harus menjadi prioritas utama, di atas segala hal,” tegasnya.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, Muslim Ayub didampingi oleh TNI dan Polri. Ia menilai sinergi lintas unsur ini memberikan dampak positif terhadap efektivitas kerja lapangan, khususnya dalam distribusi bantuan dan pengamanan wilayah terdampak.
“Keterlibatan TNI dan Polri sangat membantu. Kerja lapangan menjadi lebih terpadu, cepat, dan terkoordinasi,” katanya.
Selain itu, penanganan bencana juga melibatkan struktur Partai NasDem di daerah, termasuk Ketua DPD NasDem Kabupaten Aceh Tamiang. Keterlibatan unsur partai daerah memperkuat koordinasi serta memastikan penanganan bencana dilakukan secara kolektif dan terstruktur.
“Sinergi lintas unsur menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat, terutama untuk menjangkau wilayah sulit diakses dan menjaga stabilitas di lapangan,” tutur Muslim Ayub.
Ia menambahkan, pengalaman turun langsung ke lokasi bencana memberikan pelajaran penting tentang makna kepemimpinan. Menurutnya, kepemimpinan sejati tercermin dari kehadiran di tengah masyarakat, ketegasan dalam mengambil keputusan, serta keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan.
“Perlu ketegasan dan kepemimpinan agar semua pihak bekerja cepat, disiplin, dan tetap fokus pada kepentingan masyarakat yang terdampak bencana,” pungkasnya. (*)
Penulis : Muhammad
Editor : Redaksi