Yayasan Nurul Makrifah di Jember Klarifikasi Isu Rehabilitasi Kelas MTsS, Tegaskan Dana Kemenag Rp80 Juta Sesuai Juknis

Jember, Obor Rakyat – Yayasan Lembaga Nurul Makrifah, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai pelaksanaan program rehabilitasi ruang kelas Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Nurul Makrifah yang bersumber dari Anggaran Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Tahun Anggaran 2025.
Progres rehabilitasi pembangunan tiga gedung MTsS Nurul Makrifah.

Jember, Obor Rakyat – Yayasan Lembaga Nurul Makrifah, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai pelaksanaan program rehabilitasi ruang kelas Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Nurul Makrifah yang bersumber dari Anggaran Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Tahun Anggaran 2025.

Program dengan Nomor Registrasi R-4907851-148566-P-P tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp80 juta dan dinilai dalam pemberitaan sebelumnya tidak sesuai harapan. Namun, pihak yayasan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Ketua Yayasan Lembaga Nurul Makrifah, Lora Imron, menyampaikan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan program rehabilitasi telah dilaksanakan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari Kemenag RI.

“Apa yang ditayangkan di media oborrakyat.co.id sebelumnya tidak benar. Anggaran Rp80 juta telah kami kelola dan kerjakan sesuai juklak dan juknis yang berlaku,” ujar Lora Imron saat memberikan klarifikasi, Minggu (4/1/2026).

Ia juga membantah pernyataan yang menyebutkan bahwa Pengasuh Lembaga Nurul Makrifah, Kyai Syauki, merasa kecewa terhadap hasil pekerjaan rehabilitasi.

Baca Juga :  Proyek Rehab MTsS Kemenag RI di Jember Diduga Bermasalah, Pengasuh Lembaga Kecewa

“Kami sudah mengadakan pertemuan langsung dengan Kyai Syauki. Beliau tidak pernah menyampaikan kekecewaan atau pernyataan seperti yang disebutkan narasumber tersebut,” tegasnya.

Sebagai bentuk transparansi dan amanah, pihak yayasan menyatakan siap untuk dilakukan audit oleh pihak berwenang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenag RI dan Kanwil Kemenag Jawa Timur yang telah memberikan kepercayaan kepada kami. Alhamdulillah, progres pembangunan dalam tahap proses dan kami siap diaudit kapan pun,” imbuhnya.

Ketua Lembaga Nurul Makrifah, Lora Imron (tengah), Kepala Sekolah MTsS Nurul Makrifah, Elok (kiri), dan Operator MTsS Nurul Makrifah, Santoso (kanan) saat memberikan

Sementara itu, Kepala Sekolah MTsS Nurul Makrifah, Elok, menjelaskan secara teknis bahwa anggaran rehabilitasi digunakan untuk tiga ruang kelas beserta teras dengan peningkatan kualitas bangunan yang signifikan.

“Atap yang sebelumnya menggunakan asbes kini diganti genteng secara total. Rangka atap menggunakan galvalum menggantikan kayu. Lantai tambal sulam keramik, dan menambah Taras dengan rangka beton bertulang besi,” jelasnya.

Elok juga menegaskan bahwa program rehabilitasi tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan organisasi Fatayat NU, sebagaimana disebutkan dalam informasi sebelumnya.

“Kami luruskan, program ini murni dari Kemenag RI dan tidak ada kaitannya dengan Fatayat NU, meskipun saya secara pribadi merupakan sekretaris di organisasi tersebut,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Operator MTsS Nurul Makrifah, Santoso, yang mengungkapkan bahwa dana rehabilitasi tersebut bahkan masih ditambah secara swadaya oleh pihak yayasan agar hasil pembangunan lebih maksimal.

“Secara jujur, dana Rp80 juta untuk tiga ruang kelas memang terbatas, sehingga yayasan menambah dana. Namun kami sangat bersyukur karena selama ini lembaga kami belum pernah mendapatkan program rehabilitasi kelas dari pemerintah,” ungkapnya.

Kondisi gedung MTsS Nurul Makrifah sebelum direhab.

Santoso menutup dengan apresiasi kepada Kemenag RI dan Kanwil Kemenag Jawa Timur atas pengawalan program hingga selesai.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenag RI dan Kanwil Jawa Timur yang telah mengawal program ini sampai sukses. Semoga menjadi amal jariyah bagi semua pihak,” pungkasnya. (*)

Penulis : Latif J
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *