
Jakarta, Obor Rakyat – Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto, S.A.P., M.M., M.Tr.Opsla. resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) periode 2025–2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) FAJI yang digelar di Jakarta, Minggu (5/1/2026).
Oni Junianto menjadi calon tunggal dan memperoleh dukungan penuh dari seluruh peserta Munas yang hadir, terdiri atas 19 Pengurus Provinsi (Pengprov) serta Pengurus Besar FAJI. Dengan terpilihnya Oni, kepemimpinan PB FAJI resmi beralih dari Saud F. Tambatua yang menjabat pada periode 2021–2025.
Dalam penyampaian visi dan misinya, Oni menegaskan komitmen untuk membawa FAJI menjadi organisasi olahraga yang kuat, bermartabat, dan relevan dengan kebutuhan bangsa.
Ia menekankan bahwa peran FAJI tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pariwisata arung jeram, kesiapsiagaan kebencanaan, serta pelestarian lingkungan sungai.
“FAJI harus memberi dampak nyata bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu, kami menegaskan empat pilar utama FAJI, yakni prestasi, pariwisata, lingkungan, dan kebencanaan. Pilar-pilar ini menjadi arah kebijakan agar FAJI berkelanjutan dan bermakna,” ujar Oni.
Untuk merealisasikan visi tersebut, PB FAJI di bawah kepemimpinannya akan memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan, membangun sistem kompetisi nasional yang solid, serta meningkatkan dukungan manajemen dan sport science berbasis teknologi modern.
Selain itu, FAJI juga akan mendorong pengembangan wisata arung jeram yang mengedepankan aspek keselamatan, kualitas layanan, dan keberlanjutan lingkungan sungai.
Usai terpilih, Oni menyampaikan harapannya agar seluruh elemen FAJI tetap menjaga soliditas dan bekerja bersama demi kemajuan olahraga arung jeram nasional.
“Amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Saya mengajak seluruh Pengprov, atlet, pelatih, wasit, dan insan arung jeram Indonesia untuk bersatu dan berkontribusi aktif memajukan FAJI,” tegasnya.
Munas FAJI 2026 dipimpin oleh Edy Candra (FAJI Jambi), Bandi Chairullah (FAJI Kalimantan Selatan), dan Hasballah (FAJI Aceh). Dari total 25 Pengprov FAJI, sebanyak 19 Pengprov hadir, sementara beberapa lainnya berhalangan, ditangguhkan, atau masih dalam proses peninjauan kepengurusan.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, memberikan apresiasi atas kinerja FAJI pada periode 2021–2025. Ia menilai FAJI berhasil mencatatkan prestasi membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Keberhasilan arung jeram tampil pertama kali di PON XXI Aceh–Sumatera Utara serta pencapaian sebagai runner-up pada IRF World Championship 2025 di Malaysia merupakan prestasi luar biasa,” kata Soedarmo.
Ia juga mengapresiasi konsistensi FAJI dalam pembinaan atlet meski tanpa dukungan anggaran pemerintah. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan tata kelola organisasi yang baik dan soliditas antara pengurus pusat dan daerah.
Soedarmo turut mendorong agar cabang olahraga arung jeram kembali dipertandingkan pada PON 2028 Nusa Tenggara Timur–Nusa Tenggara Barat. Ia meminta PB FAJI aktif berkomunikasi dengan KONI NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON.
“FAJI perlu melakukan komunikasi intensif karena tuan rumah memiliki kewenangan dalam menentukan cabang olahraga tambahan di PON,” ujarnya.
Pasca terpilihnya Ketua Umum PB FAJI periode 2025–2029, Oni Junianto akan didampingi oleh empat tim formatur, yakni Amalia Yunita, Hasballah S.Hut., Arie Sudharisman, dan Bayu Wira.
Tim formatur ditargetkan menyusun kepengurusan lengkap PB FAJI dalam waktu 30 hari ke depan. (*)
Penulis : Wahyu Widodo
Editor : Redaksi