Proyek Kereta Listrik SRRL Surabaya Kian Dekat, Jerman Siap Dukung Pendanaan dan Teknologi

Surabaya, Obor Rakyat – Proyek pembangunan kereta listrik Surabaya Regional Railways Line (SRRL) yang akan menghubungkan Surabaya, Gresik, Lamongan, dan Mojokerto semakin mendekati tahap realisasi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan proyek strategis ini mendapat dukungan internasional, khususnya dari Pemerintah Jerman.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Dubes Jerman untuk Asean dan Timore Leste, Ralf Beste usai pertemuan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Fot Ist)

Surabaya, Obor Rakyat – Proyek pembangunan kereta listrik Surabaya Regional Railways Line (SRRL) yang akan menghubungkan Surabaya, Gresik, Lamongan, dan Mojokerto semakin mendekati tahap realisasi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan proyek strategis ini mendapat dukungan internasional, khususnya dari Pemerintah Jerman.

Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa usai menerima Duta Besar Jerman untuk ASEAN dan Timor Leste, Ralf Beste, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (9/1/2026).

Khofifah menyatakan, perencanaan proyek SRRL telah dilakukan sejak lama dan kini memperoleh dukungan pendanaan dari KfW Development Bank, bank pembangunan milik Pemerintah Jerman. Proyek ini dinilai krusial untuk memperkuat konektivitas kawasan Gerbangkertosusila, yang merupakan pusat industri dan ekonomi terbesar di Jawa Timur.

“SRRL ini menjadi sangat penting untuk mengoneksikan kawasan Surabaya Raya. Apakah nantinya melalui Gubeng atau Pasar Turi, semuanya sama-sama strategis untuk memudahkan, memurahkan, dan mempercepat mobilitas masyarakat,” ujar Khofifah.

Menurutnya, kehadiran kereta listrik regional akan mempercepat pergerakan barang dan manusia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di wilayah penyangga Surabaya.

Baca Juga :  Polda Jatim Peringati HUT Satpam ke-45, Kapolda Tegaskan Peran Strategis Jaga Kamtibmas

Selain membahas sektor transportasi, pertemuan tersebut juga menyinggung kerja sama di bidang pengelolaan sampah, khususnya penanganan TPA Supit Urang di Kota Malang, serta peningkatan layanan kesehatan melalui mentoring dokter spesialis guna menekan angka kegagalan layanan medis.

Pemprov Jatim juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan pendidikan vokasi, termasuk program kursus dan peningkatan keterampilan bagi guru dan siswa.

“Tiga arah pembangunan Jawa Timur—pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur—menjadi fokus utama yang ingin kami persambungkan melalui kerja sama strategis ini,” kata Khofifah.

Sementara itu, Dubes Jerman Ralf Beste menegaskan komitmen Pemerintah Jerman dan Uni Eropa untuk terus memperluas kerja sama dengan Jawa Timur. Ia menyebut Jerman telah lama terlibat dalam berbagai proyek di Jatim, mulai dari transportasi publik, pengolahan sampah, hingga sektor kesehatan.

“Kami siap mendukung ambisi Jawa Timur dan Surabaya dalam menyediakan layanan publik yang berkualitas, terutama transportasi massal. Ini juga akan berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim di Indonesia,” ujar Ralf.

Ia menambahkan, kepercayaan yang diberikan Pemprov Jatim menjadi dasar kuat bagi Jerman untuk melanjutkan investasi dan dukungan teknologi di berbagai sektor strategis.

Dengan dukungan internasional dan kesiapan perencanaan, proyek kereta listrik SRRL Surabaya diharapkan menjadi tonggak baru transportasi massal modern di Jawa Timur serta memperkuat daya saing kawasan metropolitan Surabaya Raya. (*)

Penulis : Ainul Mukorobin
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *