
Manggarai, Obor Rakyat – Setelah lebih dari tiga dekade mengabdikan diri di dunia pendidikan, Didimus A. Dahur, guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di SMP Negeri 1 Reok, Kabupaten Manggarai, resmi memasuki masa purna bakti pada tahun 2025.
Perjalanan panjang pengabdiannya menjadi bagian penting dari sejarah dan perkembangan pendidikan di sekolah tersebut. Didorong oleh panggilan hati sebagai seorang pendidik, Didimus A. Dahur tercatat sebagai anggota keluarga besar SMPN 1 Reok sejak 1997 hingga 2025.
Sebelumnya, ia mengawali karier sebagai guru honorer di SMP Negeri 3 Langke Rembong pada periode 1995–1997. Total lebih dari 30 tahun, hidupnya didedikasikan untuk mendidik dan membentuk karakter generasi muda Manggarai.
Selama masa pengabdiannya, Didimus dikenal sebagai sosok guru disiplin, sederhana, dan berintegritas. Ia konsisten menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, serta semangat belajar kepada para siswa. Ribuan peserta didik telah merasakan sentuhan didikannya, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter, etika, dan akhlak.
Kepala SMP Negeri 1 Reok, Oliva Maria Nduang, S.Pd., menyebut Didimus A. Dahur sebagai figur pendidik yang mengajar dengan ketulusan dan dedikasi tinggi.
“Didimus Dahur adalah contoh nyata guru yang mengabdi dengan hati. Ia telah memberikan yang terbaik bagi siswa dan sekolah, serta menjadi teladan bagi rekan-rekan guru lainnya,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas seluruh jasa yang telah diberikan, seraya berharap kontribusi Didimus bagi dunia pendidikan tetap berlanjut meskipun telah purna tugas.
“Kami berharap Pak Didimus tetap berkontribusi bagi dunia pendidikan dalam kapasitas apa pun,” tambahnya.
Sementara itu, Didimus A. Dahur mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas perjalanan panjang yang telah ia lalui sebagai pendidik.
“Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari SMPN 1 Reok dan ikut meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah ini. Harapan saya, generasi muda terus maju, berkarakter, dan mampu meraih cita-cita mereka,” ungkapnya dengan penuh haru.
Apresiasi juga datang dari para alumni SMPN 1 Reok. Bino, salah satu alumni yang kini mengabdi sebagai guru di sekolah yang sama, mengakui peran besar Didimus dalam perjalanannu hidupnya.
“Berkat didikan dan motivasi Pak Didimus Dahur, saya bisa mengikuti jejak beliau menjadi seorang guru,” tuturnya.
Acara purna bakti Didimus A. Dahur berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Kegiatan ditandai dengan penyerahan cendera mata oleh Kepala Sekolah sebagai simbol penghormatan atas pengabdian panjangnya.
Pada kesempatan yang sama, sekolah juga menyerahkan bingkisan kepada sejumlah guru dan pegawai SMPN 1 Reok yang lulus PPPK dan kini bertugas di sekolah lain.
Momen purna bakti ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga refleksi tentang makna pengabdian seorang guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sosok Didimus A. Dahur akan selalu dikenang sebagai pendidik yang menorehkan jejak keteladanan, dedikasi, dan inspirasi bagi generasi SMPN 1 Reok. (*)
Penulis : Susilo Hermanus
Editor : Redaksi