Banjir Jakarta Utara: Ratusan Warga Pademangan Timur Mengungsi Akibat Luapan Kali Item

Jakarta, Obor Rakyat — Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Minggu malam kembali menghadirkan kecemasan bagi warga di kawasan padat penduduk.
Kali Item meluap, merendam permukiman warga di Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Jakarta, Obor Rakyat — Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Minggu malam kembali menghadirkan kecemasan bagi warga di kawasan padat penduduk.

Kali Item meluap, merendam permukiman warga di Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, hingga memaksa ratusan orang meninggalkan rumah mereka, Senin (12/1/2026).

Di Gang Kampung Kebon Pisang, air cokelat keruh menggenangi rumah-rumah hingga setinggi lutut orang dewasa. Aktivitas warga lumpuh total. Perabot rumah tangga terendam, akses jalan terputus, dan suara mesin pompa air bercampur dengan kegelisahan para pengungsi.

Lurah Pademangan Timur, Suhardiman, mengatakan sedikitnya 458 jiwa terpaksa mengungsi demi keselamatan setelah luapan Kali Item tak lagi mampu dibendung.

“Total 458 jiwa mengungsi akibat luapan Kali Item di wilayah Gang Kampung Kebon Pisang, Kelurahan Pademangan Timur,” ujar Suhardiman.

Baca Juga :  Banjir Rendam Kecamatan Cermee, Bondowoso

Ratusan Pengungsi Ditampung di Aula RT

Para warga terdampak kini mengungsi di Aula Lapangan RT 008 RW 010.

Mayoritas pengungsi berasal dari RW 010 dengan rincian:

  • 40 jiwa dari RT 006
  • 365 jiwa dari RT 008
  • 46 jiwa dari RT 010
  • 40 jiwa lainnya dari RT 006

Data tersebut dihimpun melalui koordinasi antara Ketua RT/RW, kader Dasawisma (Dawis), dan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) setempat.
Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan. Keterbatasan akses, genangan air yang belum surut, serta kondisi lingkungan yang tidak higienis meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Aktivitas Warga Lumpuh, Ojol Tak Bisa Melintas

Banjir juga berdampak langsung pada mata pencaharian warga, khususnya pekerja sektor informal.

Imam, pengemudi ojek online asal Pademangan, mengaku terpaksa membatalkan pesanan penjemputan siswi SMPN 23 karena genangan air terlalu tinggi.

“Airnya sudah sedengkul orang dewasa. Saya khawatir motor terendam dan mogok, jadi hanya bisa menunggu di Jl Pademangan IV Gang 32,” ujarnya.

Hingga siang hari, genangan air masih terlihat di sejumlah titik permukiman. Warga hanya bisa berharap air segera surut sambil berjaga-jaga terhadap kemungkinan hujan susulan.

Masalah Klasik Banjir Jakarta Utara

Peristiwa ini kembali menegaskan persoalan klasik banjir Jakarta Utara, terutama di wilayah bantaran kali yang padat penduduk. Warga berharap pemerintah tidak hanya hadir saat bencana, tetapi segera merealisasikan solusi jangka panjang yang nyata dan berkelanjutan untuk pengendalian banjir. (*)

Penulis : Wahyu Widodo
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *