
Manggarai, Obor Rakyat – Camat Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Tarsisius Asong, angkat bicara terkait peristiwa yang terjadi di kawasan wisata Tiwu Pai To,e, Desa To,e, Kecamatan Reok Barat.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan pariwisata ideal harus direncanakan secara matang, berkelanjutan, serta melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian utama dari pengembangan destinasi wisata.
Menurut Tarsisius, pengembangan sektor pariwisata tidak bisa dilakukan secara instan tanpa mempertimbangkan berbagai aspek penting yang ada di sekitar lokasi wisata.
“Menurut saya yang ideal adalah perlu adanya perencanaan yang matang dengan memperhatikan faktor sosial, lingkungan, alam, dan budaya setempat,” ujar Tarsisius Asong saat dimintai keterangan, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai budaya lokal yang telah lama dijaga oleh masyarakat tidak boleh terabaikan dalam proses pengembangan pariwisata. Karena itu, pemberdayaan masyarakat lokal menjadi unsur penting agar pariwisata benar-benar memberikan manfaat nyata.
“Masyarakat lokal harus dilibatkan dalam pengelolaan, termasuk dalam menikmati manfaat dari aktivitas kepariwisataan yang ada, sekaligus diedukasi tentang pentingnya menjaga budaya lokal setempat,” jelasnya.
Selain keterlibatan masyarakat, Camat Reok Barat juga menyoroti pentingnya pelayanan profesional di sektor pariwisata.
Ia menilai, kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kenyamanan dan kepuasan wisatawan.
“Pelayanan yang profesional itu mencakup penyediaan informasi yang akurat dan mudah diakses oleh wisatawan, serta pemandu wisata yang ramah, murah senyum, berpenampilan menarik, dan bekerja secara profesional,” tegasnya.
Tak hanya itu, Tarsisius Asong juga menekankan pentingnya ketersediaan fasilitas dan infrastruktur yang memadai di kawasan wisata Tiwu Pai To,e, guna menunjang keamanan dan kenyamanan pengunjung.
“Harus disediakan fasilitas umum yang aman, bersih, dan ramah lingkungan, seperti toilet, akses keluar masuk yang layak, serta fasilitas penunjang lainnya,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pengembangan pariwisata dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial masyarakat sekitar.
“Pengendalian jumlah pelaku atau pengunjung pariwisata juga penting, agar seluruh aktivitas di lapangan mudah dipantau dan tetap terkendali,” pungkasnya.
Pemerintah Kecamatan Reok Barat berharap, ke depan pengelolaan objek wisata Tiwu Pai To,e dapat berjalan lebih tertib, aman, dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian alam dan budaya lokal. (*)
Penulis : Susilo Hermanus
Editor : Redaksi