Halaman Becek Saat Musim Hujan, Yayasan Raudlatul Ulum Bondowoso Harap Perhatian Pemerintah

Bondowoso, Obor Rakyat – Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh Yayasan Raudlatul Ulum yang berlokasi di Jalan Pakuarah, Desa Kupang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
tampak depan gedung pendidikan di Yayasan Raudlatul Ulum, Desa Kupang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Bondowoso, Obor Rakyat – Mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlakul karimah.

Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh Yayasan Raudlatul Ulum yang berlokasi di Jalan Pakuarah, Desa Kupang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Setiap musim hujan tiba, halaman yayasan yang menaungi beberapa lembaga pendidikan Islam itu kerap tergenang air dan berubah menjadi kubangan lumpur. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas belajar mengajar, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan bagi para santri, siswa, serta tenaga pendidik.

Pengurus Yayasan Raudlatul Ulum, Ustad Samsul, menyampaikan bahwa permasalahan halaman becek telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapatkan penanganan yang serius.

“Kami sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah. Sebelumnya kami sudah pernah mengajukan permohonan bantuan kepada salah satu anggota DPRD Kabupaten Bondowoso, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang nyata,” ungkapnya, Selasa (20/1/2016).

Baca Juga :  Forkopimcam Grujugan Tegaskan Larangan Jual Pupuk Subsidi di Atas HET Usai Viral di TikTok

Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air tampak menutupi sebagian besar area halaman yayasan. Para siswa terlihat berjalan dengan hati-hati sambil mencari pijakan yang lebih aman agar tidak terpeleset. Situasi ini dinilai cukup membahayakan, terutama bagi peserta didik usia dini yang setiap hari mengikuti kegiatan pembelajaran.

Yayasan Raudlatul Ulum memiliki luas lahan pekarangan sekitar 1.418 meter persegi. Di atas lahan tersebut berdiri sejumlah lembaga pendidikan Islam, di antaranya Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Diniyah (Madin), dan Raudlatul Athfal (RA).

Seluruh lembaga ini aktif menjalankan kegiatan pendidikan sebagai bagian dari dakwah dan pengabdian dalam membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Pengurus yayasan berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat memberikan solusi konkret, khususnya melalui bantuan pembangunan infrastruktur seperti pemasangan paving block atau penataan drainase halaman.

“Semata-mata ini demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak. Kami ingin mereka dapat menuntut ilmu dengan tenang tanpa rasa khawatir terpeleset saat hujan,” pungkas Ustad Samsul.

Permasalahan ini diharapkan dapat menjadi perhatian bersama, mengingat lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan masa depan generasi penerus bangsa, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi keselamatan, kebersihan, dan kemaslahatan umat. (*)

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *