
NTT, Obor Rakyat – Menjadi petani bukanlah perkara mudah, khususnya bagi para ibu rumah tangga di Timor Tengah Selatan (TTS) yang menggantungkan kehidupan keluarga pada sektor pertanian.
Di tengah tantangan iklim dan ekonomi, perhatian terhadap petani perempuan menjadi hal krusial untuk menjaga ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari mantan calon wakil Gubernur NTT, Jane Natalia Suryanto, yang secara konsisten menunjukkan kepeduliannya terhadap para petani perempuan di wilayah tersebut.
Jane menilai musim hujan justru merupakan momentum terbaik bagi petani untuk memulai kembali aktivitas tanam. Menurutnya, periode musim hujan menyediakan kondisi alam yang optimal, mulai dari ketersediaan air, suhu, hingga kelembapan tanah yang sangat mendukung pertumbuhan tanaman.
Secara umum, masa tanam terbaik di Indonesia berlangsung antara November hingga Februari, bertepatan dengan awal hingga puncak musim hujan.
“Ketika memasuki musim hujan dan ada ibu-ibu petani yang menghubungi saya untuk meminta bibit, saya merasa sangat senang. Itu pertanda semangat mereka untuk kembali bertanam dan berusaha,” ujar Jane, Selasa (20/1/2026).
Sebagai bentuk dukungan nyata, Jane Natalia Suryanto secara langsung membelikan dan menyalurkan bibit berbagai jenis sayuran kepada para ibu petani.
Bibit yang diberikan antara lain ketimun, kol, kol bunga, serta jenis sayuran lain yang bernilai ekonomis dan relatif mudah dibudidayakan.
Saat ini, para penerima bantuan masih berada pada tahap awal penanaman dengan memanfaatkan musim hujan sebagai momentum untuk memulai kembali kegiatan pertanian mereka.
Jane berharap, bantuan bibit tersebut tidak hanya membantu proses tanam, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi keluarga petani perempuan di NTT.
“Saya berharap apa yang ditanam hari ini bisa memberi hasil yang baik dan membawa dampak positif bagi kehidupan keluarga mereka,” tambahnya.
Para ibu petani penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian tersebut. Mereka berharap bantuan bibit ini menjadi awal yang baik bagi musim tanam kali ini.
“Terima kasih kepada Ibu Jane atas bantuan bibit yang diberikan. Tuhan memberkati,” ujar salah satu ibu petani.
Dukungan terhadap petani perempuan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat bertani, meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah berbagai tantangan sektor pertanian. (*)
Penulis: Susilo Hermanus
Editor: Redaksi