Osy Gandut Dorong Distribusi 1.700 Vaksin ASF ke Manggarai, Peternak Babi Masih Terancam Wabah

Manggarai, Obor Rakyat – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Komisi II, Osy Gandut, mendesak percepatan distribusi vaksin African Swine Fever (ASF) ke wilayah Manggarai Raya. Desakan ini menyusul masih maraknya wabah ASF yang menghantam peternak babi dan berdampak serius pada perekonomian masyarakat setempat.
Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Peternakan Provinsi.

Manggarai, Obor Rakyat – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Komisi II, Osy Gandut, mendesak percepatan distribusi vaksin African Swine Fever (ASF) ke wilayah Manggarai Raya. Desakan ini menyusul masih maraknya wabah ASF yang menghantam peternak babi dan berdampak serius pada perekonomian masyarakat setempat.

Dorongan tersebut disampaikan Osy Gandut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Peternakan Provinsi NTT.

Ia mengaku menerima banyak keluhan dari peternak babi di Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur yang hingga kini masih berjuang memulihkan usaha ternaknya akibat ASF.

Dalam RDP tersebut, Dinas Peternakan Provinsi NTT menyampaikan bahwa stok vaksin ASF masih tersedia, namun pelaksanaannya di Kabupaten Manggarai belum berjalan maksimal.

Terkendala Administrasi Akhir Tahun

Menurut Osy Gandut, keterlambatan vaksinasi bukan disebabkan penolakan substansi, melainkan kendala teknis administrasi di tingkat kabupaten, terutama karena waktu yang sudah mendekati akhir tahun anggaran.

Baca Juga :  Jane Natalia Suryanto Dukung Petani Perempuan NTT, Salurkan Bibit Sayur di Musim Hujan

“Alasan dari Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai itu karena waktu sudah mepet akhir tahun, sehingga mereka kesulitan melaksanakan kegiatan dan membuat SPJ,” ujar Osy Gandut kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Selasa (20/1/2026).

Ia mengungkapkan, saat ini sekitar 1.700 dosis vaksin ASF masih tersisa di tingkat provinsi dan belum tersalurkan. Osy menilai, vaksin tersebut seharusnya segera dikirim ke wilayah yang masih terdampak wabah, khususnya Manggarai Raya.

“Sekarang vaksin ASF masih tersisa sekitar 1.700 dosis di provinsi. Saya sudah minta supaya segera didistribusikan ke Manggarai. Tinggal pemerintah daerah merespons cepat dan menyiapkan ongkir serta biaya operasional petugas vaksin,” tegasnya.

ASF Ancam Ekonomi Rakyat

Osy Gandut menekankan bahwa ternak babi bukan sekadar komoditas, melainkan penopang utama ekonomi rumah tangga dan budaya masyarakat NTT, terutama di Manggarai Raya. Karena itu, penanganan ASF tidak boleh berlarut-larut.

Ia berharap pemerintah daerah lebih proaktif agar wabah ASF tidak terus menekan penghasilan peternak dan memperpanjang krisis ekonomi di pedesaan.

Dinas Peternakan Manggarai Klarifikasi

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai, drh. Tuty Lajar, menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak bantuan vaksin ASF dari Pemerintah Provinsi NTT.

Menurutnya, keterlambatan pelaksanaan vaksinasi terjadi karena faktor waktu yang terlalu sempit di akhir tahun, ditambah kondisi musim hujan yang menyulitkan mobilisasi petugas.

“Di tahun 2025 sebenarnya bukan menolak, hanya karena waktu terlalu mepet untuk melakukan kegiatan dan laporan, apalagi di bulan Desember dengan musim hujan dan di penghujung tahun,” jelas drh. Tuty Lajar, Selasa (20/1/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Peternakan Provinsi NTT serta Osy Gandut atas perhatian dan dukungan terhadap peternak babi di Manggarai. (*)

Penulis: Susilo Hermanus
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *