
Ngada, Obor Rakyat – Sudaryono, politikus muda Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian RI, terus menunjukkan karakter kepemimpinan visioner dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dengan latar belakang perjuangan hidup yang kuat, Sudaryono meyakini bahwa pendidikan adalah kunci utama perubahan nasib dan pola pikir masyarakat.
Pendidikan Mengubah Nalar Pikir Bangsa
Berangkat dari kesadaran akan urgensi pendidikan, Sudaryono memfokuskan Garuda TV sebagai medium edukasi nasional melalui program Garuda TV Education dengan tagline, “Mencerdaskan kehidupan bangsa dari Sabang sampai Merauke.”
Program ini dirancang sebagai ekosistem pendidikan terpadu yang menggabungkan siaran televisi, aplikasi ponsel, serta media sosial, sehingga mudah diakses oleh anak-anak Indonesia di berbagai daerah.
Beberapa program unggulan Garuda TV Education antara lain:
– Jelajah Ilmu Pengetahuan
– Adu Cerdas
– Program Bantu Sekolah
Hingga saat ini, tercatat 304 sekolah di seluruh Indonesia telah merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Langkah ini dinilai sebagai terobosan nyata dalam pemerataan akses pendidikan nasional.
Rp4,1 Triliun Dikembalikan ke Petani, Bukan ke Kantong Korporasi
Tak hanya fokus pada pendidikan, Sudaryono juga mencatatkan terobosan besar di sektor pertanian. Melalui unggahan di akun Facebook resminya pada 20 Januari 2026, ia mengungkapkan keberhasilan melakukan penghematan sebesar Rp4,1 triliun di lingkungan Pupuk Indonesia.
“Bagi perusahaan lain, uang segini mungkin langsung masuk kantong sebagai keuntungan korporasi. Tapi bagi kami, uang ini bukan hak kami untuk dinikmati sendiri,” tulis Sudaryono.
Dana hasil efisiensi tersebut dikembalikan langsung kepada petani dalam bentuk potongan harga pupuk hingga 20 persen, sehingga mampu menekan biaya produksi dan memperkuat permodalan petani di lapangan.
Tanpa Tambahan APBN, Kebijakan Sat-Set Langsung Tepat Sasaran
Hebatnya, kebijakan ini dilakukan tanpa meminta tambahan anggaran negara dan tanpa mengganggu APBN. Menurut Sudaryono, kunci keberhasilan terletak pada perbaikan tata kelola, efisiensi kebijakan, dan memangkas pos yang tidak perlu.
“Istilahnya kebijakan sat-set, ringkas tapi langsung kena sasaran,” tegasnya.
BUMN Harus Melayani, Bukan Menyusahkan
Sudaryono menegaskan bahwa BUMN hadir untuk melayani rakyat, bukan justru menjadi beban. Menurutnya, kelancaran distribusi pupuk dan harga yang terjangkau akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kalau pupuk lancar dan harganya terjangkau, petani senang, urusan pangan negara juga ikut aman. Semudah itu logikanya,” pungkasnya.
Dengan konsistensi di bidang pendidikan dan pertanian, Sudaryono dinilai sebagai figur muda Indonesia yang potensial, berkarakter, dan berorientasi pada solusi nyata bagi rakyat. (*)
Penulis: Dede Dhima
Editor: Redaksi