
Diskoperindag Diminta Bertindak Tegas
Bondowoso, Obor Rakyat – Lagu lama, menjelang bulan suci Ramadhan, kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Kondisi ini memicu keresahan warga, terutama kalangan rumah tangga kecil dan pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada gas bersubsidi tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Di sejumlah pangkalan dan pengecer, tabung gas melon dilaporkan sulit didapat. Kalaupun tersedia, harga jualnya melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Situasi ini menimbulkan dugaan adanya persoalan serius dalam distribusi, mulai dari penyaluran yang tidak merata hingga potensi permainan oknum di tingkat bawah.
Masyarakat menilai, kelangkaan gas LPG 3 kg yang berulang setiap menjelang Ramadhan mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah daerah. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso sebagai instansi teknis dinilai harus turun tangan secara nyata, bukan sekadar mengeluarkan imbauan.
“Setiap mau Ramadhan pasti langka. Kami susah cari gas, padahal kebutuhan masak justru meningkat,” keluh salah seorang warga Bondowoso, Kamis (22/1/2026).
Pengamat ekonomi lokal menilai, pemerintah daerah tidak bisa lagi bersikap reaktif. Diskoperindag diminta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke agen dan pangkalan, memperketat pengawasan distribusi, serta menindak tegas pihak yang menjual di atas HET atau menyalurkan gas subsidi tidak tepat sasaran.
Selain itu, transparansi data kuota LPG 3 kg di Bondowoso juga menjadi tuntutan publik. Tanpa keterbukaan, kelangkaan dikhawatirkan akan terus berulang dan merugikan masyarakat kecil, terutama di tengah tekanan ekonomi menjelang Ramadhan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Diskoperindag Bondowoso terkait langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram tersebut.
Publik kini menunggu, apakah pemerintah daerah benar-benar hadir melindungi warganya, atau kembali membiarkan persoalan tahunan ini berlalu tanpa solusi jangka panjang. (*)
Penulis: Latif J
Editor: Redaksi