Gubernur NTT Hadiri Panen Perdana Lombok di SMA Negeri 1 Kupang Timur, Dorong PBL dan Ketahanan Pangan

Kupang, Obor Rakyat – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menghadiri kegiatan Panen Perdana Lombok di SMA Negeri 1 Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Jumat (23/1/2026).
Gubernur NTT, Melki Lana Lena memberikan arahan kepala siswa dan para guru sebelum melakukan panen perdana.

Kupang, Obor Rakyat – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menghadiri kegiatan Panen Perdana Lombok di SMA Negeri 1 Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Jumat (23/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Project Based Learning (PBL) dengan memanfaatkan lahan produktif sekolah seluas kurang lebih 20 are.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan bahwa panen perdana tersebut merupakan contoh konkret sinergi antara dunia pendidikan dan pembangunan daerah. Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik seperti ini tidak hanya memperkuat kompetensi siswa, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan relevan dengan kebutuhan daerah.

“Pagi ini saya menghadiri panen perdana tanaman lombok di SMA Negeri 1 Kupang Timur. Ini adalah bagian dari implementasi Project Based Learning yang memanfaatkan lahan produktif sekolah. Proses belajar tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik yang produktif,” ujar Melki.

Gubernur NTT hadir didampingi Bupati Kupang Yosef Lede, Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT Winston Rondo, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo.

Baca Juga :  Proyek Jalan Bontor–Santak Terlambat, PUPR Ngada Beri Adendum 50 Hari karena Cuaca dan BBM

Potensi Pertanian dan Pendidikan Kewirausahaan

Melki menegaskan bahwa Kabupaten Kupang dan berbagai wilayah di NTT memiliki potensi lahan pertanian yang sangat subur. Potensi tersebut, kata dia, merupakan anugerah yang harus dikelola secara optimal melalui kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

Implementasi PBL di bidang pertanian dinilai mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan (entrepreneurship) sejak dini bagi para siswa. Sekolah, khususnya SMA dan SMK, diharapkan menjadi pusat pembelajaran yang mendorong keterampilan, kemandirian, dan jiwa usaha generasi muda.

“Panen perdana ini menjadi contoh nyata bahwa sekolah bisa berperan langsung dalam pembangunan daerah dan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Gubernur NTT bersama semua unsur yang terlibat melakukan Kegiatan panen perdana Lombok di lahan.

Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa SMA Negeri 1 Kupang Timur baru memanfaatkan sebagian kecil dari total lahan yang dimiliki. Hal ini membuka peluang besar untuk pengembangan ke depan melalui optimalisasi lahan, penyediaan sarana pendukung, serta kolaborasi lintas sektor.

Ia mengapresiasi kepala sekolah, para guru, dan seluruh pihak yang telah memulai langkah awal tersebut dengan perencanaan dan kerja sama yang baik.

Komitmen Pemprov NTT

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, lanjut Melki, berkomitmen mendukung sekolah-sekolah yang mengembangkan pembelajaran produktif, baik di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, maupun sektor lainnya. Praktik baik seperti panen perdana ini perlu didokumentasikan dan dibagikan agar dapat direplikasi di sekolah lain sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur NTT juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kupang, DPRD Provinsi NTT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta seluruh pihak yang terus bersinergi dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis potensi lokal.

“Panen perdana ini semoga menjadi awal penguatan peran sekolah dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya. (*)

Penulis: Dede Dhima
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *