Nenek Kemi Tinggal di Gubuk Nyaris Roboh, Warga dan LSM Desak Pemkab Banyuwangi Segera Turun Tangan

Banyuwangi, Obor Rakyat – Potret kemiskinan ekstrem kembali ditemukan di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.
Nenek Kemi, warga Dusun Sumbersuko, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, terpaksa bertahan hidup di sebuah gubuk yang sudah tidak layak huni dan nyaris roboh.

Banyuwangi, Obor Rakyat – Potret kemiskinan ekstrem kembali ditemukan di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Seorang nenek lanjut usia bernama Nenek Kemi, warga Dusun Sumbersuko, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, terpaksa bertahan hidup di sebuah gubuk yang sudah tidak layak huni dan nyaris roboh.

Kondisi rumah yang ditempati Nenek Kemi sangat memprihatinkan. Atap bocor di banyak bagian, dinding rapuh, serta lantai tanah yang lembap membuat hunian tersebut sangat berisiko, terutama saat musim hujan dan angin kencang.

Selain mengancam keselamatan jiwa, kondisi ini juga meningkatkan kerentanan Nenek Kemi terhadap berbagai penyakit.

Warga sekitar berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, melalui Dinas Sosial atau dinas terkait, segera memberikan intervensi nyata berupa bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau program bedah rumah.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Bondowoso: Satu Keluarga Tertabrak Motor Tiga Roda, Publik Pertanyakan Penanganan Hukum

“Setiap malam saya takut rumah ini roboh. Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja saya masih mengharapkan belas kasih tetangga,” ujar Nenek Kemi dengan suara bergetar, Jumat (23/1/2026).

Menurut pengakuan Nenek Kemi, kondisi rumahnya sebenarnya sudah lama diketahui masyarakat sekitar, bahkan aparatur pemerintah desa. Namun hingga kini, belum ada bantuan atau perhatian konkret yang diterimanya.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPC LSM HARIMAU Banyuwangi, Yusuf Kurniawan, mendesak pemerintah daerah segera turun tangan. Ia menegaskan bahwa Nenek Kemi termasuk kelompok rentan yang wajib mendapatkan perlindungan dan kehidupan layak sebagaimana diamanatkan undang-undang.

“Nenek Kemi ini adalah warga lansia yang sangat membutuhkan perhatian negara. Pemerintah daerah harus segera hadir dan memberikan solusi nyata,” tegas Yusuf Kurniawan.

Ia juga menyebut bahwa penanganan kasus ini sejalan dengan komitmen Pemkab Banyuwangi dalam menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Lebih lanjut, Yusuf Kurniawan berharap Pemerintah Desa Kesilir bersama dinas terkait segera melakukan peninjauan lapangan agar bantuan dapat segera direalisasikan.

“Kami berharap ada langkah cepat dan konkret agar Nenek Kemi bisa menikmati masa tuanya di hunian yang aman dan nyaman,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa masih ada warga Banyuwangi yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan dan membutuhkan kehadiran nyata pemerintah, terutama bagi kelompok lansia dan masyarakat miskin ekstrem. (*)

Penulis: Kyasianto
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *