Investor Singapura Tanamkan S$200.000 di Pertanian NTT, Ini Alasan Kuat di Baliknya

NTT, Obor Rakyat – Seorang investor asal Singapura, Brian, secara terbuka mengungkap alasan di balik keputusannya menanamkan dana sebesar S$200.000 ke dalam bisnis pertanian di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Brian, investor asal Singapura.

NTT, Obor Rakyat – Seorang investor asal Singapura, Brian, secara terbuka mengungkap alasan di balik keputusannya menanamkan dana sebesar S$200.000 ke dalam bisnis pertanian di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Investasi ini bukan keputusan spontan, melainkan hasil pengamatan langsung terhadap kepemimpinan, integritas, dan kerja nyata yang ditunjukkan oleh Jane Natalia Suryanto bersama timnya di lapangan.

Dalam sebuah video yang diterima media ini, Sabtu (24/12026), Brian menegaskan bahwa keputusannya berinvestasi didasarkan pada kualitas sumber daya manusia, bukan sekadar ide bisnis.

“Saya tidak berinvestasi hanya pada ide, tetapi pada orang di baliknya. Jane menunjukkan kepemimpinan, integritas, dan konsistensi yang nyata di lapangan,” ujar Brian.

Kepemimpinan Berbasis Kerja Nyata

Menurut Brian, Jane bukan hanya pemimpin bisnis, melainkan sosok dengan disiplin tinggi, ketekunan, serta ketulusan dalam membangun usaha dari bawah. Model bisnis yang dijalankan tidak berhenti pada konsep, tetapi tumbuh dari proses panjang yang konsisten dan penuh pengorbanan.

Baca Juga :  Gubernur NTT Hadiri Panen Perdana Lombok di SMA Negeri 1 Kupang Timur, Dorong PBL dan Ketahanan Pangan

“Apa yang dilakukan Jane adalah kerja nyata. Saya melihat sendiri bagaimana proses panjang itu dijalani dengan disiplin dan pengorbanan, bukan sekadar rencana tertulis,” lanjutnya.

Jane Natalia Suryanto.

Dampak Sosial Nyata bagi Masyarakat NTT

Salah satu faktor utama yang menguatkan keputusan investasi tersebut adalah dampak langsung terhadap masyarakat lokal. Bisnis pertanian yang dikembangkan Jane telah membuka lapangan kerja baru, menciptakan penghasilan yang stabil, serta meningkatkan taraf hidup warga di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses ekonomi.

“Dampak sosialnya sangat jelas. Lapangan kerja tercipta, pendapatan masyarakat meningkat, dan ada harapan baru bagi warga setempat,” kata Brian.
Di wilayah NTT, di mana setiap peluang ekonomi sangat berarti, kehadiran usaha ini dinilai menjadi titik balik dan harapan baru bagi masyarakat.
Bisnis Berorientasi Pemberdayaan dan Keberlanjutan

Brian menilai Jane memiliki kepekaan sosial yang jarang ditemukan pada pelaku usaha. Di bawah kepemimpinannya, bisnis tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan jangka panjang.

“Ini bukan semata soal keuntungan. Saya melihat komitmen kuat terhadap pemberdayaan masyarakat dan pembangunan jangka panjang,” ujarnya.

Fokus Pengembangan dan Kesejahteraan Masyarakat

Dana investasi sebesar S$200.000 tersebut akan digunakan untuk memperluas operasional, memperkuat fondasi bisnis, serta meningkatkan kualitas produksi pertanian. Namun, fokus utamanya tetap pada peningkatan kualitas hidup masyarakat NTT secara berkelanjutan.

“Saya yakin dengan kepemimpinan Jane yang konsisten dan berorientasi pada nilai, bisnis ini akan terus memberikan dampak positif jangka panjang,” ungkap Brian.

Investasi Berbasis Kepercayaan dan Nilai Kemanusiaan

Brian percaya bahwa komitmen Jane terhadap keberlanjutan akan membawa manfaat tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga sosial dan kemanusiaan. Baginya, keterlibatan dalam proyek ini adalah sebuah kehormatan.

“Bagi saya, ini adalah kebanggaan karena bisa menjadi bagian dari perjalanan yang membawa perubahan nyata bagi banyak orang,” tutup Brian.

Investasi ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan perempuan yang kuat, berintegritas, dan berorientasi pada masyarakat mampu menarik kepercayaan investor global serta membawa dampak nyata bagi pembangunan daerah. (*)

Penulis: Susilo Hermanus
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *