
Jember, Obor Rakyat – Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk mengevaluasi efektivitas Program Peta Cinta, sebuah terobosan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) yang dirancang mendekatkan pelayanan publik hingga ke tingkat kecamatan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait mengapresiasi antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap kemudahan layanan Adminduk.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Jember kini menjadi salah satu pelopor di wilayah ujung timur Pulau Jawa yang telah menyediakan alat pencetak KTP di seluruh kantor kecamatan.
Menurut Gus Fawait, perluasan layanan ini berangkat dari filosofi keadilan sosial. Seluruh warga Jember, baik yang tinggal di pusat kota maupun pelosok desa, memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan publik yang cepat dan gratis.
“Warga dari Sumberbaru, Sukowono, sampai Silo sekarang tidak perlu lagi datang ke Dispendukcapil di kota. Cukup di kecamatan masing-masing, KTP dan KK sudah bisa dicetak. Ini menghemat biaya dan waktu masyarakat,” ujar Gus Fawait.
Pemkab Jember juga menargetkan penyelesaian 68 ribu KTP milik warga yang sempat tertunda pencetakannya akibat keterbatasan blanko sejak periode 2019 hingga 2025.
Untuk itu, pemerintah daerah telah menyiapkan 68.000 blanko KTP guna memastikan seluruh kebutuhan administrasi kependudukan masyarakat terpenuhi.
Guna mengantisipasi antrean panjang, Gus Fawait menginstruksikan penerapan skema penjadwalan per desa. Uji coba sistem ini telah diterapkan di Kecamatan Bangsalsari dan dinilai efektif dalam mengurai kepadatan pemohon layanan.
Meski layanan semakin mudah, Gus Fawait juga mengingatkan masyarakat agar menjaga dokumen kependudukan dengan baik.
“KTP-nya dijaga, jangan sampai hilang lagi. Pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan gratis, tapi partisipasi warga dalam menjaga dokumen juga sangat penting,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja aparatur, Bupati Jember berencana memberikan penghargaan kepada camat dan kepala desa (Kades) yang dinilai paling progresif serta berkontribusi besar dalam menyukseskan program layanan Adminduk ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember, Bambang Saputro, menyampaikan bahwa dari total 68 ribu blanko yang tersedia, sebanyak 19.220 blanko telah terpakai, sehingga tersisa 48.780 blanko.
Di sisi lain, warga menyambut positif kebijakan tersebut. Salah seorang warga Bangsalsari, Muhammad Riko, mengaku sangat terbantu dengan pelayanan Adminduk di kecamatan.
“Alhamdulillah, sekarang tidak perlu jauh-jauh ke kota,” pungkasnya. (*)
Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi