
Bondowoso, Obor Rakyat – Kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram kembali dikeluhkan warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Ironisnya, kondisi di lapangan ini bertolak belakang dengan pernyataan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso yang sebelumnya menyebut stok gas bersubsidi tersebut masih dalam kondisi aman.
Pantauan di sejumlah wilayah menunjukkan, tabung Elpiji 3 kilogram sulit ditemukan di toko kelontong maupun pengecer kecil. Beberapa warga mengaku telah berkeliling dari satu toko ke toko lain, namun tetap tidak mendapatkan gas yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha mikro.
Situasi ini menimbulkan kebingungan dan keresahan masyarakat, terutama karena Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, sebelumnya menyampaikan bahwa ketersediaan Elpiji 3 kilogram di Bondowoso tidak mengalami kendala berarti.
Pernyataan tersebut mendapat respons kritis dari warga. Mereka menilai klaim stok aman tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Jangan hanya memberi pernyataan di media bahwa stok Elpiji 3 kilogram aman. Turun langsung ke warga dan cek ke setiap toko kelontong atau agen,” ujar salah satu warga Bondowoso, Selasa (27/1/2026).
Warga mendesak Pemkab Bondowoso agar tidak hanya mengandalkan laporan administratif dari agen atau distributor, melainkan melakukan pengecekan langsung ke tingkat pengecer.
Mereka juga meminta adanya transparansi terkait jalur distribusi gas Elpiji 3 kilogram, guna memastikan penyaluran gas subsidi tepat sasaran dan tidak terjadi penumpukan di pihak tertentu.
Kelangkaan Elpiji 3 kilogram ini dikhawatirkan berdampak luas, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan dan warung rumahan yang sangat bergantung pada gas bersubsidi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Diskoperindag Bondowoso belum memberikan penjelasan lanjutan terkait penyebab kelangkaan Elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer, meski pemerintah daerah sebelumnya memastikan stok dalam kondisi aman. (*)
Penulis: Kusnanto
Editor: Redaksi