Wakil Bupati Ngada Terima Penghargaan Universal Health Coverage Award 2026 dari BPJS Kesehatan

Ngada, Obor Rakyat – Kabupaten Ngada kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 yang dianugerahkan oleh BPJS Kesehatan.
Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, SP., saat menerima penghargaan Universal Health Coverage Awards 2026.

Ngada, Obor Rakyat – Kabupaten Ngada kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 yang dianugerahkan oleh BPJS Kesehatan.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara resmi yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa 27 Januari 2026. Kabupaten Ngada menjadi salah satu dari 397 kabupaten/kota di 31 provinsi di Indonesia yang dinilai berhasil memperluas perlindungan jaminan kesehatan bagi masyarakatnya.

Kabupaten Ngada Raih Kategori Madya UHC Award 2026

Wakil Bupati Ngada, yang akrab disapa Berni Ngebu, saat dikonfirmasi media menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan menetapkan tiga kategori penilaian dalam penganugerahan UHC Award 2026.

“Dari ketiga kriteria yang ditetapkan BPJS Kesehatan, Kabupaten Ngada memenuhi kriteria kedua atau Kategori Madya,” ungkap Berni.

Baca Juga :  Gubernur NTT Resmikan SPPG Turekisa Ngada, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Adapun kategori penilaian UHC Award 2026 meliputi:

  1. Kategfori Utama, bagi daerah dengan cakupan kepesertaan JKN minimal 99%, tingkat keaktifan peserta minimal 95%, penduduk yang didaftarkan Pemda minimal 18%, serta berstatus UHC Prioritas dan pembayaran iuran PBPU Pemda lunas hingga September 2025.
  2. Kategori Madya, bagi daerah dengan cakupan kepesertaan minimal 98% dan tingkat keaktifan minimal 85%, atau penduduk yang didaftarkan Pemda minimal 25% dengan tingkat keaktifan minimal 80%. Selain itu, penduduk yang didaftarkan Pemda minimal 10%, berstatus UHC Prioritas, serta iuran PBPU Pemda lunas hingga September 2025.
  3. Kategori Pratama, dengan cakupan kepesertaan minimal 98%, tingkat keaktifan minimal 80%, dan pembayaran iuran PBPU Pemda yang lunas hingga September 2025.

BPJS Kesehatan: JKN Terbesar dan Tercepat di Dunia

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, dalam sambutannya menegaskan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini menjadi sistem jaminan kesehatan terbesar dan berkembang paling cepat di dunia.

“Dalam waktu hanya 10 tahun, Indonesia berhasil mencapai Universal Health Coverage. Ini prestasi luar biasa. Austria membutuhkan waktu 79 tahun, bahkan Jerman hingga 127 tahun,” tegas Ali Ghufron Mukti.

Pemerintah Daerah Didorong Tingkatkan Status ke Kategori Utama

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, berharap seluruh pemerintah daerah terus meningkatkan capaian UHC di wilayah masing-masing.

“Tahun depan, yang Madya harus menjadi Utama. Bila sekarang sudah Utama, tidak ada jalan lain selain meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” ujar Cak Imin.

Universal Health Coverage (UHC) merupakan kondisi di mana seluruh penduduk terdaftar sebagai peserta JKN dan memiliki tingkat keaktifan yang baik, sehingga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya.

Dengan pencapaian ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada dinilai telah menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat serta meminimalkan risiko finansial warga saat membutuhkan layanan kesehatan. (*)

Penulis: Dede Dhima
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *