
Bondowoso, Obor Rakyat – Dugaan konspirasi jahat dalam proses rekrutmen Kepala Dusun (Kadus) Karang Arah, Desa Sumber Salam, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, kian menguat.
Seleksi tertulis yang digelar pada Jumat (23/1/2026) lalu, diduga sarat rekayasa setelah muncul temuan lembar soal ujian yang disertai kunci jawaban. Kasus ini memicu kemarahan warga dan berujung pada rencana aksi unjuk rasa besar-besaran.
Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan kerja sama antara panitia seleksi dan pihak tertentu untuk meloloskan salah satu peserta yang sejak awal telah “dipersiapkan” menduduki jabatan Kadus Karang Arah. Dugaan tersebut semakin kuat setelah praktik tidak fair itu terbongkar langsung di ruang ujian.
Kunci Jawaban Terbongkar di Ruang Ujian
Dalam seleksi tersebut, terdapat dua calon Kadus Karang Arah, yakni Wasil dan Dani. Saat ujian berlangsung, Wasil secara terbuka memprotes panitia seleksi setelah menemukan soal ujian yang dilengkapi kunci jawaban.
Aksi protes tersebut terekam video dan viral di media sosial, memantik reaksi keras masyarakat yang menilai proses rekrutmen perangkat desa telah mencederai prinsip keadilan dan transparansi.
Situasi semakin memanas karena Dani diketahui merupakan putra dari almarhum mantan Kepala Dusun Karang Arah. Fakta ini memicu dugaan kuat adanya praktik nepotisme dalam seleksi perangkat desa tersebut.
Camat Tenggarang Akui Kelalaian
Menanggapi polemik yang berkembang, Camat Tenggarang, Deni Dwi Prihandoko, mengakui adanya kelalaian panitia seleksi.
“Itu kunci jawaban untuk panitia. Ini kelalaian. Dan seleksi rekrutmen Kadus akan diulang kembali,” ujarnya.
Namun, pernyataan tersebut dinilai belum menjawab akar persoalan. Pasalnya, masyarakat menduga insiden tersebut bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan bagian dari upaya pengondisian hasil seleksi.
Tokoh Masyarakat Siap Gelar Aksi
Puluhan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Desa Sumber Salam memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (29/1/2026).
Aksi direncanakan berlangsung di Balai Desa Sumber Salam, Kantor Kecamatan Tenggarang, hingga DPRD Kabupaten Bondowoso.
Massa aksi menuntut DPRD dan pemerintah daerah mencopot panitia seleksi yang dinilai telah mencederai integritas proses rekrutmen perangkat desa.
“Kami mendesak DPRD mencopot panitia seleksi. Rekrutmen ini sudah tidak beres dan tidak transparan,” tegas salah satu tokoh pemuda setempat.
Ia juga menyebut bahwa persoalan rekrutmen perangkat desa di Sumber Salam bukan kali pertama terjadi dan kerap menimbulkan polemik.
Dana Desa Ikut Disorot
Tak hanya soal rekrutmen Kadus, massa aksi juga menyoroti pengelolaan dana desa di Sumber Salam. Mereka mempertanyakan pelaksanaan kegiatan yang diduga tidak dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), melainkan oleh oknum perangkat desa.
“Kegiatan dana desa di sini justru dikerjakan oleh oknum perangkat desa, bukan TPK. Ini patut dipertanyakan,” ungkapnya.
Praktik tersebut dinilai berpotensi melanggar aturan tata kelola dana desa dan membuka celah penyalahgunaan anggaran.
Desakan Evaluasi dan Audit Menyeluruh
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso dan DPRD untuk tidak hanya mengulang seleksi Kadus, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pemerintahan Desa Sumber Salam, termasuk audit penggunaan dana desa.
Kasus ini dinilai menjadi ujian serius bagi komitmen pemerintah daerah dalam menjaga integritas, transparansi, dan keadilan dalam proses rekrutmen perangkat desa. (*)
Penulis: Sudaryanto
Editor: Redaksi