Kapolri Hadiri Peresmian Revamping Pabrik Pupuk Kaltim, Polri Kawal Distribusi Pupuk Nasional

Bontang, Obor Rakyat – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peresmian proyek revamping ammonia Pabrik 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi pupuk nasional hingga 10–16 persen.
peresmian Revamping pabrik pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur.

Bontang, Obor Rakyat – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peresmian proyek revamping ammonia Pabrik 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi pupuk nasional hingga 10–16 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Polri juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Pupuk Indonesia terkait pengawalan distribusi pupuk agar tepat sasaran dan tepat waktu.

Kapolri mengatakan, revamping pabrik ini menjadi langkah strategis negara dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya untuk menjaga ketersediaan pupuk bagi petani di seluruh Indonesia.

“Peresmian revamping ini artinya negara bisa melaksanakan efisiensi khususnya dalam produksi pupuk sebesar 10 sampai 16 persen,” ujar Sigit saat menghadiri acara di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (29/1/2026).

Selain peresmian pabrik, Polri dan PT Pupuk Indonesia juga menandatangani MoU pendistribusian pupuk nasional. Kerja sama ini bertujuan memastikan pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke petani yang membutuhkan.

Baca Juga :  Eks Gegana Antiteror Jadi Kapolsek, Iptu Patar Banjarnahor Pilih Pendekatan Humanis dengan Ulama di Simalungun

“Kami melaksanakan penandatanganan MoU untuk pendistribusian pupuk, sehingga pupuk betul-betul bisa tepat sasaran sampai di masyarakat petani,” kata Sigit.

Kapolri menegaskan, ketepatan waktu distribusi pupuk menjadi faktor krusial. Ia menyebut keterlambatan penyaluran pupuk selama satu minggu saja dapat menurunkan produktivitas pertanian dan berpotensi menimbulkan kerugian nasional hingga ratusan triliun rupiah.

“Keterlambatan satu minggu akan berdampak pada penurunan produktivitas, dan apabila dinasionalkan itu bisa merugikan sekitar seratus triliun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sigit menekankan bahwa distribusi pupuk yang tertib dan terawasi akan berkontribusi langsung pada peningkatan produktivitas petani serta mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Sebagaimana arahan Pak Presiden, kita sedang menyusun roadmap ke depan, tidak hanya mewujudkan swasembada pangan, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai salah satu lumbung padi dunia,” tegasnya.

Untuk itu, Kapolri menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian di Indonesia agar maksimal dan optimal mengawal distribusi pupuk, mulai dari pusat hingga daerah.

“Saya ingatkan seluruh jajaran untuk ikut mengawal distribusi pupuk agar tepat sasaran, produktivitas petani optimal, dan target swasembada pangan benar-benar tercapai,” tutup Sigit. (*)

Penulis: Achmad Sugiyanto
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *