
Surabaya, Obor Rakyat – Upaya pencegahan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terus diperkuat Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur. Salah satu langkah konkret yang kini dijalankan adalah pembagian sekaligus pemasangan alarm motor gratis bagi masyarakat Surabaya.
Program ini menjadi bagian dari strategi preventif kepolisian di tengah masih tingginya kasus curanmor di Kota Pahlawan. Alarm motor dinilai lebih efektif dibandingkan sistem pengamanan konvensional seperti kunci ganda yang kerap diabaikan oleh pemilik kendaraan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menjelaskan, penggunaan alarm motor memiliki keunggulan dari sisi kepraktisan dan efektivitas. Alarm akan memberikan respons otomatis berupa suara keras saat kendaraan diganggu, sehingga mampu menarik perhatian sekitar dan memberi efek kejut bagi pelaku kejahatan.
“Berbeda dengan kunci ganda yang sering dianggap merepotkan, alarm bekerja secara otomatis tanpa perlu intervensi tambahan dari pemilik kendaraan,” ujar Kombes Luthfie, Kamis (29/1/2026).
Selain program alarm motor gratis, Polrestabes Surabaya juga menggelar bazar ranmor bagi korban curanmor. Melalui kegiatan ini, warga yang kendaraannya berhasil diamankan dapat mengambil kembali motornya secara langsung di Mapolrestabes Surabaya.
Untuk pengambilan kendaraan, warga diwajibkan membawa dokumen kepemilikan seperti STNK, BPKB, KTP, serta surat tilang apabila ada.
Diketahui, pelaksanaan bazar ranmor dibagi menjadi dua tahap, yakni pada 21–24 Januari 2026 dan dilanjutkan 26–30 Januari 2026.
Sementara itu, Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana Putra menyampaikan bahwa program pemasangan alarm motor gratis terbuka untuk masyarakat umum. Namun, pemasangan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan jumlah perangkat dan personel.
“Pemasangan dilakukan langsung di Mapolrestabes Surabaya dan terintegrasi dengan pelaksanaan bazar ranmor yang masih berlangsung. Kemungkinan akan ada pembatasan kuota pemasangan setiap harinya,” jelas AKBP Erika.
Menariknya, program ini juga dibarengi dengan kampanye edukasi digital. Warga yang ingin mengikuti pemasangan alarm gratis diminta berinteraksi dengan akun media sosial resmi Kapolrestabes Surabaya dan Kasat Samapta Polrestabes Surabaya.
Menurut AKBP Erika, langkah tersebut bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keamanan kendaraan.
“Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama. Dengan kolaborasi antara kepolisian dan warga, kami berharap angka curanmor di Surabaya dapat ditekan secara signifikan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ainul Mukorobin
Editor: Redaksi