
Ngada, Obor Rakyat — Suasana Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), diliputi duka mendalam. Seorang siswa kelas IV SD Negeri Rutowaja berinisial BR (11) ditemukan meninggal dunia di sebuah pohon cengkeh pada Kamis (29/1/2026) siang.
Peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui warga sekitar sekitar pukul 12.30 Wita di lahan milik masyarakat. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, membuat warga setempat terkejut dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat keamanan.
Pesan Terakhir untuk Ibu Menggetarkan Hati Warga
Di tengah proses evakuasi, warga menemukan secari kertas berisi pesan tulisan tangan korban menggunakan bahasa daerah. Pesan tersebut ditujukan kepada ibunya dan jika diterjemahkan berbunyi, “Mama, kalau saya mati, jangan cari saya.”
Pesan singkat itu meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat sekitar yang mengenal BR sebagai anak yang pendiam. Diketahui, selama ini korban tinggal bersama neneknya, sementara latar belakang dan kondisi psikologis korban masih dalam pendalaman pihak kepolisian.
Polisi Lakukan Olah TKP, Garis Polisi Terpasang
Usai menerima laporan warga, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ngada langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pantauan di lokasi menunjukkan area sekitar pohon cengkeh telah dipasangi garis polisi.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Ngada belum mengeluarkan keterangan resmi terkait penyebab pasti kematian korban. Proses penyelidikan masih terus berlangsung.
Camat Jerebuu: Aparat Bergerak Cepat
Camat Jerebuu, Bernadus Honoratus Tage, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut informasi awal diterimanya dari Kepala Desa Nenawea.
“Korban ditemukan warga dalam keadaan sudah tidak bernyawa di pohon cengkeh yang berada di lahan milik warga,” ujar Bernadus saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, personel dari Pospol Jerebuu dan Polres Ngada telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan awal dan penyelidikan lanjutan.
Pengingat Pentingnya Perhatian Kesehatan Mental Anak
Tragedi ini menjadi pengingat keras akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak, terutama di lingkungan keluarga dan sekolah. Anak-anak sering kali memendam perasaan tanpa mampu mengungkapkan tekanan yang mereka alami.
Dukungan emosional, komunikasi terbuka, serta kepekaan orang tua, guru, dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk mencegah krisis psikologis sejak dini.
Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengaktifkan kembali layanan healing119.id sejak 31 Juli 2025, bekerja sama dengan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia). Layanan ini menyediakan bantuan psikologis gratis bagi masyarakat yang mengalami tekanan emosional atau krisis kesehatan mental. (*)
Penulis: Dede Dhima
Editor: Redaksi