Program Oplah Kementan–PUPR Pulihkan 77,64 Hektare Sawah di Jember, Petani Kembali Tanam Padi

Jember, Obor Rakyat – Program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang digagas Kementerian Pertanian bersama Kementerian PUPR kembali memberikan dampak nyata bagi petani. Kali ini, manfaat tersebut dirasakan oleh Kelompok Tani (Poktan) Wargo Mulyo VI di Dusun Kalimalang, Desa Mojomulya, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.
petugas dari pertanian bersama Ketua Poktan Wargo Mulyo VI, Sutikno.

Jember, Obor Rakyat – Program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang digagas Kementerian Pertanian bersama Kementerian PUPR kembali memberikan dampak nyata bagi petani. Kali ini, manfaat tersebut dirasakan oleh Kelompok Tani (Poktan) Wargo Mulyo VI di Dusun Kalimalang, Desa Mojomulya, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.

Melalui program Oplah, pemerintah pusat membangun Dinding Penahan Tanah (DPT) atau plengsengan untuk memperbaiki sistem tata air yang sebelumnya bermasalah. Infrastruktur ini menjadi solusi atas kebocoran saluran irigasi yang selama bertahun-tahun menghambat aliran air ke lahan pertanian di wilayah hilir.

Ketua Poktan Wargo Mulyo VI, Sutikno, menjelaskan bahwa sebelum adanya program tersebut, sawah seluas 77,64 hektare tidak dapat terairi secara maksimal akibat perbedaan ketinggian tanah dan kebocoran pada salah satu sisi saluran air.

“Sisi utara lebih tinggi, sementara sisi selatan bocor. Kalau dibendung di satu sisi, sisi lain ikut bocor. Akibatnya air tidak bisa sampai ke lahan di hilir,” ujar Sutikno, Jumat (30/1/2026).

Kondisi tersebut memaksa petani mengalihkan pola tanam. Sekitar 50 persen lahan yang seharusnya ditanami padi pada Musim Tanam (MT) I terpaksa ditanami jagung karena keterbatasan pasokan air.

Baca Juga :  SPPG Sumbersari Terdampak Banjir, Pemkab Jember Hentikan Sementara Produksi MBG dan Pertimbangkan Relokasi

“Harusnya MT 1 itu padi, tapi karena air tidak cukup, petani beralih ke jagung karena tidak membutuhkan banyak air,” lanjutnya.

Keterbatasan anggaran membuat petani tidak mampu memperbaiki saluran irigasi secara mandiri. Namun, melalui Program Oplah yang disalurkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah, permasalahan tersebut akhirnya dapat diatasi sekaligus mengurangi beban biaya petani.

progres pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) atau plengsengan di Dusun Kalimalang, Desa Mojomulya, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember

Kini, setelah pembangunan DPT, sekitar 95 persen lahan kembali dapat ditanami padi. Petani juga tidak lagi bergantung pada pompa air, sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien.

“Sekarang air sudah lancar. Biasanya pakai pompa, sekarang tidak lagi. Biaya bisa dihemat dan hasil lebih maksimal,” pungkas Sutikno.

Para petani di bawah naungan Poktan Wargo Mulyo VI menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah, baik pusat maupun daerah, khususnya program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto di bidang swasembada pangan dan lumbung pangan nasional.

Mereka juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah, seraya berharap bantuan serupa dapat kembali diberikan untuk memperbaiki sisi saluran lain yang masih bermasalah.

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo, Gus Bupati Muhammad Fawait, dan semua pihak yang terlibat. Semoga ke depan kami tetap diperhatikan, karena masih ada sisi lain yang juga butuh perbaikan,” tutup Sutikno dengan senyum sumringah. (*)

Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *