Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Jalan Desa Lahusa Hampir Rp1 Miliar Akan Dilaporkan ke APH

Medan, Obor Rakyat – Proyek pembangunan jalan di Desa Lahusa, Dusun II, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara, yang menelan anggaran hampir Rp1 miliar, diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan merugikan keuangan negara.
lokasi proyek.

Medan, Obor Rakyat – Proyek pembangunan jalan di Desa Lahusa, Dusun II, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara, yang menelan anggaran hampir Rp1 miliar, diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan merugikan keuangan negara.

Dugaan tersebut disampaikan Ketua LSM KCBI, Sabar Hati Halawa, kepada oborrakyat.co.id di Medan, Kamis (5/2/2026).

Ia mengatakan, proyek yang dikerjakan oleh CV Bintang Baru dengan anggaran Rp997.267.600 pada tahun anggaran 2024 tersebut diduga dikerjakan asal jadi.

“Proyek jalan itu panjangnya sekitar 350 meter dengan lebar 3 meter, tapi pelaksanaannya sangat jauh dari harapan dan terkesan hanya untuk memperkaya diri pihak pemborong,” ujar Sabar.

Menurutnya, ditemukan sejumlah kejanggalan di lapangan. Salah satunya, material yang digunakan diduga pasir laut, serta rabat beton yang seharusnya ada justru dihilangkan.

Baca Juga :  Konstruksi Pembangunan Proyek PLTP Ijen, Capai 40%

“Ini jelas merugikan negara dan masyarakat. Jalan yang dibangun bukan untuk jangka panjang, tapi berpotensi cepat rusak,” tegasnya.

Ketua LSM KCBI, Sabar Hati Halawa saat memberikan konfirmasi.

Sabar menambahkan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan laporan resmi ke Aparat Penegak Hukum (APH) terkait dugaan penyimpangan proyek tersebut.

PU TR Nias Barat: Kadis Baru Menjabat

Lebih lanjut, Sabar mengungkapkan bahwa pihak LSM KCBI telah melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas PU TR Kabupaten Nias Barat pada Selasa (4/2/2026).

“Pihak Kadis PU TR menyampaikan bahwa beliau baru menjabat, sehingga mengaku belum mengetahui secara detail terkait proyek tersebut,” kata Sabar menirukan pernyataan Kadis.

Meski demikian, LSM KCBI menegaskan akan tetap mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta aparat berwenang melakukan audit serta pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Baca Juga :  Masyarakat Diajak Sambut Meriah HUT RI di IKN

“Kami berharap penegak hukum serius menindaklanjuti laporan ini agar tidak ada lagi proyek infrastruktur yang dikerjakan asal-asalan dan merugikan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis: S Hadi Purba
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *