
Lembata, Obor Rakyat – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui peluncuran NTT Mart ke-19 yang berlokasi di CWC, Jalan Trans Lembata, Kelurahan Salandoro, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Kamis (5/2/2026).
Peresmian NTT Mart by Dekranasda Kabupaten Lembata ini menandai komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam membuka akses pasar bagi produk lokal sekaligus memperpendek mata rantai distribusi ekonomi rakyat di NTT.
Peluncuran gerai ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Lembata Kanis Tuaq, DPRD Kabupaten Lembata, Dekranasda, Forkopimda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi dan Kabupaten, serta Bank NTT Cabang Lembata.
“Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi langkah strategis untuk benar-benar menggerakkan ekonomi kerakyatan di NTT,” tegas Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dalam sambutannya.
Ekonomi Harus Bertumpu pada Demokrasi Ekonomi
Menurutnya, ekonomi yang kuat harus dibangun dari prinsip demokrasi ekonomi, di mana tidak terjadi pemusatan kekuatan ekonomi pada segelintir orang. Pemerintah mendorong semakin banyak warga untuk berusaha, berproduksi, dan menjual hasil karya sendiri, sehingga pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dapat dirasakan secara bersama.
Berbagai program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), rumah layak huni, Koperasi Merah Putih, serta program pembangunan lainnya terus disinergikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tiga Tungku Utama Program NTT Mart
Program NTT Mart dijalankan dengan pendekatan tiga tungku utama, yakni:
- One Village One Product – satu desa satu produk unggulan.
- One School One Product – satu sekolah satu produk, termasuk buku dan hasil kreativitas siswa.
- One Community One Product – satu komunitas satu produk.
Dengan memproduksi dan membeli produk lokal, perputaran uang tetap berada di NTT dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.
“Jika kita produksi dan beli produk sendiri, maka uang berputar di NTT dan masyarakat kitalah yang sejahtera,” ujar Gubernur Melki.
Doa untuk Anak NTT dan Komitmen Perlindungan Sosial
Dalam kesempatan tersebut, seluruh hadirin diajak menundukkan kepala sejenak untuk mendoakan almarhum YBR (10), siswa sekolah dasar yang ditemukan meninggal dunia di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada.
Peristiwa ini disebut sebagai pengingat penting bagi semua pihak agar tidak ada lagi anak-anak NTT yang kehilangan masa depan akibat kemiskinan, ketidakpedulian, maupun persoalan administratif.
Pemprov NTT menegaskan akan mengambil tanggung jawab penuh dengan segera memperbaiki tata kelola perlindungan sosial agar kejadian serupa tidak terulang.
“Mari saling menjaga, saling peduli, dan memastikan tidak ada satu pun anak NTT yang tertinggal,” pungkasnya. (*)
Penulis: Rudolf
Editor: Redaksi