Daerah  

Plengsengan Jalan Usaha Tani di Wonoboyo Bondowoso Ambrol, Pemdes Pastikan Segera Perbaikan

Bondowoso, Obor Rakyat – Pembangunan jalan usaha tani yang berlokasi di RT 12 RW 01, Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengalami kerusakan cukup serius. Infrastruktur yang dibangun menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 tersebut dilaporkan mengalami ambrol pada bagian tembok penahan tanah (TPT/plengsengan).
Kondisi plengsengan jalan usaha tani di Desa Wonoboyo yang ambrol.

Bondowoso, Obor Rakyat – Pembangunan jalan usaha tani yang berlokasi di RT 12 RW 01, Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengalami kerusakan cukup serius. Infrastruktur yang dibangun menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 tersebut dilaporkan mengalami ambrol pada bagian tembok penahan tanah (TPT/plengsengan).

Jalan usaha tani yang terdiri dari paving block dan TPT itu awalnya dibangun untuk meningkatkan akses pertanian sekaligus mempermudah mobilitas warga menuju mushola yang berada di bantaran sungai. Namun, kondisi plengsengan yang semula berdiri tegak kini roboh setelah terjadi pergeseran tanah.

Kepala Desa (Kades) Wonoboyo, Tubaini, menjelaskan bahwa ambrolnya plengsengan bukan disebabkan oleh buruknya kualitas material bangunan, melainkan faktor teknis dan kondisi alam. Ia menyebutkan bahwa kerusakan terjadi akibat urugan baru untuk pelebaran badan jalan yang belum sepenuhnya padat.

Baca Juga :  Polres Jember Berhasil Amankan Spesialis Curanmor Sindikat Lintas Daerah

“Awalnya itu hanya pematang sawah yang dijadikan jalan setapak. Karena jalannya sempit, warga mengusulkan pelebaran. Hasil musyawarah desa disepakati pembangunan jalan usaha tani. Namun urugannya belum benar-benar padat dan ditambah curah hujan tinggi, akhirnya tanah ambles dan plengsengan ikut ambrol,” ujar Tubani, Minggu (8/2/2026).

Menurutnya, secara struktur dan kualitas konstruksi, TPT masih tergolong baik. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi material yang tetap kokoh meskipun terjadi ambrol.

“Kalau campurannya jelek, pasti hancur seperti debu. Ini masih terlihat kuat, jadi bukan karena kualitas pekerjaan, tapi karena faktor alam dan kondisi tanah,” jelasnya.

Meski demikian, Pemerintah Desa (Pemdes) Wonoboyo menegaskan tetap bertanggung jawab penuh atas kerusakan infrastruktur tersebut. Pemdes memastikan perbaikan jalan usaha tani dan plengsengan akan segera dilakukan setelah kondisi cuaca memungkinkan.

“Kami tetap bertanggung jawab. Dalam waktu dekat akan kami perbaiki. Pengerjaannya bisa selesai satu hari, kami hanya menunggu hujan benar-benar reda,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dua periode Menjabat Kepala Desa Sumber Kokap, Muklasin Ini Ternyata Tak Punya Rumah 

Pembangunan jalan usaha tani merupakan salah satu program strategis desa dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan akses pertanian, sehingga perbaikan diharapkan dapat segera memulihkan fungsi jalan dan mencegah kerusakan lanjutan. (*)

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *