Perhutani KPH Bondowoso Raih Zero Accident Award 2025, Bukti Komitmen Kuat Budaya K3

Bondowoso, Obor Rakyat – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Zero Accident Award Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.
Pengawas Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Surya Hadi Saputra saat menyerahkan penghargaan kepada Administratur KPH Bondowoso, Misbakhul Munir. (Dok: Kom-Pht-Bws)

Bondowoso, Obor Rakyat – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Zero Accident Award Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur melalui Pengawas K3 Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).

Penghargaan Zero Accident Award 2025 ini menjadi bukti nyata keberhasilan Perhutani KPH Bondowoso dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara konsisten, sistematis, dan berkelanjutan.

Catat 2,9 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

Administratur KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, mengungkapkan bahwa selama periode 1 November 2019 hingga 31 Oktober 2025, tercatat sebanyak 2.998.366 jam kerja tanpa kecelakaan kerja.

“Syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, capaian ini merupakan hasil komitmen kolektif seluruh jajaran dalam menginternalisasikan nilai-nilai K3 di setiap lini pekerjaan. Ini menjadi kado berharga dalam momentum Bulan K3 Nasional Tahun 2026,” ujarnya.

Bulan K3 Nasional 2026 sendiri mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Tema tersebut dinilai selaras dengan praktik K3 yang telah diterapkan di lingkungan Perhutani Bondowoso.

Baca Juga :  Polres Jember Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Pulau, Amankan 885 Gram Sabu dan 300 Butir Ekstasi

Implementasi SMK3 dan Penguatan Safety Culture

Keberhasilan meraih Zero Accident Award tidak terlepas dari efektivitas implementasi SMK3 yang mencakup:

– Penerapan risk assessment secara berkala

– Pengendalian potensi bahaya kerja

– Penguatan budaya keselamatan (safety culture)

– Monitoring dan evaluasi berkelanjutan

Secara konseptual, capaian zero accident bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, tetapi juga mencerminkan kematangan organisasi dalam pengelolaan risiko operasional. Budaya K3 yang kuat terbukti memberikan dampak positif terhadap produktivitas, efisiensi operasional, serta keberlanjutan kinerja perusahaan di sektor kehutanan.

Apresiasi Gubernur Jawa Timur

Pengawas Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Surya Hadi Saputra, menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memberikan apresiasi atas komitmen Perhutani KPH Bondowoso dalam menjaga standar keselamatan kerja.

“Pencapaian Zero Accident menunjukkan bahwa budaya K3 dapat berjalan beriringan dengan produktivitas dan keberlanjutan operasional. Perhutani Bondowoso juga berpeluang meraih penghargaan K3 Tingkat Nasional,” ungkapnya.

Komitmen Keberlanjutan dan Tata Kelola Profesional

Baca Juga :  Siswa SMP di Bondowoso Diduga Ditusuk Teman Sekolah, Jalani Operasi di RSUD dr. Koesnadi

Capaian ini semakin mempertegas posisi Perhutani KPH Bondowoso sebagai unit kerja yang tidak hanya fokus pada optimalisasi pengelolaan sumber daya hutan, tetapi juga menempatkan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai pilar utama tata kelola perusahaan berkelanjutan.

Dengan raihan Zero Accident Award 2025, Perhutani KPH Bondowoso membuktikan bahwa komitmen terhadap K3 mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, adaptif, dan produktif, sekaligus mendukung visi pembangunan kehutanan yang profesional dan berdaya saing. (*)

Sumber: Kom-Pht-Bondowoso
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *