PLN Pulihkan 98 Persen Listrik Aceh Pascabencana, DPR Apresiasi Jelang Ramadan

Medan, Obor Rakyat – Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan Gading, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat PT PLN (Persero) dalam memulihkan infrastruktur kelistrikan di Aceh pascabencana. Capaian tersebut dinilai menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan Gading saat kunjungan kerja ke PT Pertamina Patra Niaga di Medan, Sumatra Utara.

Medan, Obor Rakyat – Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan Gading, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat PT PLN (Persero) dalam memulihkan infrastruktur kelistrikan di Aceh pascabencana. Capaian tersebut dinilai menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Apresiasi itu disampaikan Irsan saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI bersama PT Pertamina Patra Niaga di Medan, Sumatra Utara, Kamis (12/2/2026) lalu.

“Saya terutama ingin menyampaikan apresiasi atas apa yang sudah disampaikan oleh PLN. Ini sangat menjanjikan dan sangat baik, terutama bagi daerah-daerah yang terdampak bencana,” ujar legislator Fraksi NasDem tersebut.

11 Desa Tersisa dari 6.500 Desa di Aceh

Irsan menyoroti kondisi di Aceh Tamiang yang terdampak cukup parah, dengan sekitar 75 persen infrastruktur mengalami kerusakan. Meski demikian, upaya pemulihan listrik di wilayah tersebut dinilai sudah cukup memadai dan kembali dapat dinikmati masyarakat.

Berdasarkan data terbaru PLN, dari total 6.500 desa di Aceh, kini hanya tersisa 11 desa atau kurang dari satu persen yang pemulihan listriknya masih mengalami hambatan. Kendala utama bukan lagi pada aspek teknis jaringan, melainkan akses jalan yang belum sepenuhnya terbuka sehingga sejumlah wilayah masih terisolir.

Baca Juga :  Seorang Wanita Asal Jember Menceburkan Diri ke Laut Selat Bali

Sebanyak tujuh desa berada di Kabupaten Aceh Tengah, serta masing-masing satu desa di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireuen.

Pemulihan Bertahap, Bukan Sekadar Penyalaan

Irsan menjelaskan, pemulihan jaringan kelistrikan tidak selalu berbanding lurus dengan penyalaan listrik pelanggan. Pemulihan jaringan bergantung pada distribusi dan perbaikan infrastruktur utama, sementara penyalaan listrik pelanggan menyesuaikan kondisi rumah warga yang sebagian masih rusak.

“Memang ini bertahap. Kendala infrastruktur masih ada, seperti jalur terputus atau wilayah yang masih terisolir. Tapi pencapaian hampir 98 persen ini patut kita apresiasi,” tegasnya.

Dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui program pengadaan 1.000 genset turut mempercepat pemulihan, khususnya bagi desa-desa yang akses jalannya belum terbuka.

Dengan bantuan tersebut, seluruh desa termasuk yang masih terisolir telah memperoleh pasokan listrik di titik-titik strategis. Langkah ini menjadi solusi taktis agar aktivitas masyarakat tetap berjalan meski infrastruktur belum sepenuhnya pulih.

PLN Siap Jaga Keandalan Listrik Selama Ramadan dan Idulfitri

Baca Juga :  Kejar dan Tangkap Koruptor, Prabowo: Kalaupun Lari ke Antartika Aku Kirim Pasukan Khusus 

Lebih lanjut, Irsan memastikan PLN telah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi Ramadan dan Idulfitri. Ia berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa gangguan kelistrikan.

“Dengan dekatnya Ramadan, masyarakat paling tidak sudah mendapatkan listrik dan beroperasi kembali. Kalau masih ada kekurangan, PLN tentu akan terus memenuhi secara bertahap sampai seluruhnya terealisasi,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan infrastruktur energi di wilayah terdampak bukan hanya soal pelayanan teknis, melainkan wujud kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat, terutama pada momentum keagamaan yang sakral seperti Ramadan. (*)

Penulis: Muhammad
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *