Tes Urine Serentak Anggota Polri, Kapolri Listyo Sigit Tegaskan Nol Toleransi Narkoba

Jakarta, Obor Rakyat – Pimpinan tertinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan sikap tegas dalam perang melawan narkoba.
Karo Penmas Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko saat menyampaikan instruksi dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri.

Jakarta, Obor Rakyat – Pimpinan tertinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan sikap tegas dalam perang melawan narkoba.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo memerintahkan pelaksanaan tes urine secara serentak terhadap seluruh anggota Polri di Indonesia sebagai bentuk komitmen bersih-bersih internal.

Instruksi tersebut disampaikan melalui Trunoyudo Wisnu Andiko selaku Karo Penmas Divhumas Polri di Mabes Polri, Jumat (20/2/2026).

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa tidak ada ruang kompromi bagi personel yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Tes Urine Digelar dari Mabes hingga Daerah

Tes urine akan dilakukan serentak di seluruh jajaran, mulai dari tingkat Mabes Polri, Polda, hingga satuan kewilayahan di berbagai daerah. Proses pelaksanaannya dikawal secara berlapis dengan melibatkan fungsi pengawasan internal maupun eksternal guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Menurut Trunoyudo, langkah ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari komitmen nyata institusi dalam menjaga integritas.

“Narkoba adalah kejahatan luar biasa yang merusak individu dan mengancam masa depan bangsa,” tegasnya.

Baca Juga :  Koperasi Promosindo Group Siap Gelar Program Kartu Sembako Murah di Cirebon

Kebijakan ini muncul di tengah masih ditemukannya oknum anggota yang tersandung kasus narkoba, situasi yang dinilai ironis karena Polri selama ini berada di garis depan pemberantasan peredaran barang haram di Indonesia.

Bersih dari Dalam Sebelum Menindak ke Luar

Perintah tes urine massal ini dipandang sebagai pesan moral yang kuat bahwa aparat penegak hukum harus menjadi teladan. Setiap pelanggaran yang melibatkan oknum anggota tidak hanya mencoreng nama pribadi, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Langkah tegas Kapolri dinilai sebagai bagian dari konsistensi reformasi internal Polri. Dengan pengawasan ketat dan pelaksanaan menyeluruh, kebijakan ini diharapkan mampu memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di tubuh kepolisian.

Polri menegaskan tidak akan memberikan toleransi maupun perlindungan bagi anggota yang terbukti melanggar. Sanksi tegas disebut akan dijatuhkan sesuai aturan yang berlaku.

Ujian Serius Reformasi Internal Polri

Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik, tes urine serentak ini menjadi ujian nyata keseriusan Polri dalam membenahi diri. Publik kini menanti konsistensi penegakan aturan, termasuk pemberian sanksi keras terhadap pelanggar.

Baca Juga :  BALAD Grup Perluas Sayap ke Laut Lepas: Menuju Indonesia sebagai Raja Budidaya Laut Dunia

Pesan yang ingin ditegaskan jelas: perang terhadap narkoba harus dimulai dari internal. Dan kali ini, komando telah turun langsung dari pucuk pimpinan.
Dengan langkah ini, Polri berupaya memastikan bahwa institusi penegak hukum tetap bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat dalam menjalankan tugas menjaga keamanan serta menegakkan hukum di Indonesia. (*)

Penulis: Nur Arifin
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *