Harmoni Imlek Nusantara di Lapangan Banteng, Simbol Toleransi Jelang Ramadan

Jakarta, Obor Rakyat – Perayaan Imlek Nasional 2026 menghadirkan nuansa berbeda melalui gelaran Harmoni Imlek Nusantara yang berlangsung di Lapangan Banteng. Festival budaya ini menjadi simbol kuat akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia, sekaligus menyuarakan pesan toleransi menjelang bulan suci Ramadan.
Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene Umar saat diwawancarai oleh sejumlah wartawan.

Jakarta, Obor Rakyat – Perayaan Imlek Nasional 2026 menghadirkan nuansa berbeda melalui gelaran Harmoni Imlek Nusantara yang berlangsung di Lapangan Banteng. Festival budaya ini menjadi simbol kuat akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia, sekaligus menyuarakan pesan toleransi menjelang bulan suci Ramadan.

Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026 Irene Umar, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Turut hadir Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, serta Staf Menteri Agama Gugun Gumilar.

Irene menegaskan, Imlek Festival 2026 merupakan bagian dari rangkaian besar Perayaan Imlek Nasional yang telah dimulai sejak awal Februari di berbagai daerah di Indonesia.

Momentum perayaan yang berdekatan dengan Ramadan dinilai menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat harmoni lintas budaya dan agama.

“Rangkaian acara sudah dimulai sejak awal bulan di berbagai daerah. Melalui Harmoni Imlek Nusantara ini, kami ingin menghadirkan keharmonisan yang terasa kuat menjelang bulan Ramadan,” ujar Irene di Jakarta Pusat, Minggu (22/2/2026).

Angkat Akulturasi Budaya Tionghoa-Indonesia

Salah satu daya tarik utama festival ini adalah museum terbuka bertema akulturasi budaya Tionghoa-Indonesia.
Melalui konsep edukatif dan interaktif, pengunjung diajak memahami sejarah panjang percampuran budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  Inspektorat Bondowoso Soroti Minimnya Pembinaan Aset Desa oleh Camat dan OPD Terkait

Menurut Irene, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan identitas budaya Tionghoa dalam konteks kebangsaan. Karena itu, kehadiran museum terbuka ini diharapkan menjadi ruang literasi publik yang inklusif.

“Di museum terbuka ini, masyarakat bisa belajar tentang akulturasi Tionghoa dan Indonesia. Banyak yang masih bertanya tentang identitas tersebut, dan di sini kita hadirkan penjelasannya secara terbuka dan edukatif,” jelasnya.

Bazar UMKM dan Pertunjukan Seni Meriahkan Festival

Selain edukasi budaya, Harmoni Imlek Nusantara juga diramaikan bazar UMKM, pasar kuliner, instalasi seni, serta pertunjukan musik dan tari tradisional. Festival ini menghadirkan berbagai karya kreatif, termasuk film dan instalasi visual seperti “Jumbo” dan “Pelangi di Mars” yang menarik perhatian pengunjung lintas generasi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang promosi ekonomi kreatif, sejalan dengan semangat pemberdayaan pelaku usaha lokal dan industri kreatif nasional.

Imlek Festival 2026 berlangsung mulai 22 Februari hingga 1 Maret 2026 dengan akses gratis untuk masyarakat setiap hari pukul 15.00 hingga 19.00 WIB.

Baca Juga :  Semangat Tak Luntur di Bawah Terik Matahari, Pj Bupati Bondowoso Cek Langsung Progres Perbaikan Jalan

Puncak Perayaan 28 Februari 2026

Puncak perayaan dijadwalkan pada 28 Februari 2026 dengan atraksi barongsai dan liong massal, pertunjukan musik serta tari tradisional, hingga penampilan sejumlah seniman nasional.

Momentum ini diharapkan menjadi simbol nyata persatuan dan keberagaman Indonesia dalam bingkai budaya yang harmonis.

Melalui Harmoni Imlek Nusantara, Perayaan Imlek Nasional 2026 tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga penegasan komitmen terhadap toleransi, keberagaman, dan persatuan bangsa menjelang Ramadan. (*)

Penulis: Wahyu Widodo
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *