Rudi Rudolof Beno Serap Aspirasi Warga Longko, Soroti Jalan Rusak hingga Listrik Membahayakan

Manggarai, Obor Rakyat – Anggota DPRD Manggarai dari Fraksi PKB Dapil Langke Rembong–Wae Ri’i, Rudi Rudolof Beno, menyerap langsung aspirasi masyarakat Desa Longko, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kegiatan reses yang digelar Selasa (24/2/2026).
Jalan poros Poka–Londang–Mendo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak berat yang dibahas dalam reses.

Manggarai, Obor Rakyat – Anggota DPRD Manggarai dari Fraksi PKB Dapil Langke Rembong–Wae Ri’i, Rudi Rudolof Beno, menyerap langsung aspirasi masyarakat Desa Longko, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kegiatan reses yang digelar Selasa (24/2/2026).

Dalam forum yang dihadiri warga Dusun Londang dan para petani setempat itu, berbagai persoalan infrastruktur strategis mengemuka, mulai dari jalan rusak parah, irigasi amblas, hingga jaringan listrik yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

Jalan Poros Poka–Londang–Mendo Rusak Berat, Biaya Angkut Melonjak

Keluhan utama warga tertuju pada kondisi Jalan Poros Poka–Londang–Mendo sepanjang kurang lebih 8 kilometer yang kini rusak berat dan nyaris tidak layak dilalui. Infrastruktur yang dibangun belasan tahun lalu tersebut hanya pernah mengalami satu kali penambalan, namun kerusakan kembali terjadi pada tahun berikutnya.

Akibatnya, beban ekonomi petani meningkat signifikan. Ongkos angkut hasil pertanian yang sebelumnya berkisar Rp5.000–Rp10.000 per karung kini melonjak hingga Rp50.000 per karung. Kondisi ini dinilai menggerus pendapatan petani dan memperlemah daya saing hasil pertanian lokal.

“Ini bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut akses ekonomi, layanan kesehatan, dan pendidikan. Jalan ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Saya akan perjuangkan agar masuk dalam prioritas pembahasan anggaran,” tegas Rudi dalam pernyataannya.

Selain berdampak pada ekonomi, akses layanan kesehatan dan pendidikan juga terganggu. Warga Dusun Londang harus menempuh jalur berisiko untuk menuju fasilitas kesehatan di Poka, termasuk bagi ibu hamil yang memerlukan pemeriksaan rutin.

Baca Juga :  Kebakaran Melanda Pasar Induk Kramat Jati, Api Masih Menyala hingga Pagi Hari

Irigasi Wae Mongko Dinilai Tidak Tepat Sasaran

Persoalan lain yang mencuat adalah proyek Irigasi Wae Mongko yang dibiayai melalui anggaran provinsi pascalongsor. Warga menilai pelaksanaan proyek tersebut tidak tepat sasaran karena bagian irigasi yang mengalami kerusakan serius justru tidak diperbaiki, sementara bagian yang tidak terdampak mendapat penanganan.

Akibatnya, sistem pengairan tidak berfungsi optimal. Petani yang sebelumnya dapat melakukan panen dua kali dalam setahun kini hanya mampu menanam sekali saat musim hujan.

Rudi menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut guna memastikan efektivitas penggunaan anggaran publik.

“Setiap rupiah anggaran harus berdampak nyata bagi masyarakat. Jika ada ketidaktepatan pelaksanaan, maka perlu evaluasi dan pengawasan ketat agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan petani,” ujarnya.

Jaringan Listrik Minim dan Berisiko

Di sektor kelistrikan, warga Dusun Londang mengaku harus melakukan swadaya untuk membeli tiang dan kabel listrik demi memperoleh penerangan.

Namun, keterbatasan dana membuat jumlah tiang yang dipasang sangat minim, sehingga bentangan kabel terlalu jauh dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Masyarakat berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk melakukan penataan ulang jaringan listrik agar sesuai standar keamanan.

“Listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan karena menyangkut keselamatan. Saya akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar ada solusi konkret dan cepat,” kata Rudi.

Baca Juga :  Heboh Bendera One Piece Jelang HUT RI ke-80, Ini Respons Pejabat hingga Warganet

Komitmen Kawal Aspirasi hingga Tahap Penganggaran

Menutup agenda reses, Rudi Rudolof Beno menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi warga Desa Longko ke forum DPRD, baik dalam fungsi legislasi, penganggaran, maupun pengawasan.

Ia menekankan bahwa pembangunan daerah harus berpihak pada kebutuhan riil masyarakat desa, khususnya petani sebagai tulang punggung ekonomi lokal.

“Saya hadir untuk memastikan suara masyarakat tidak berhenti di forum reses. Infrastruktur jalan, irigasi, dan listrik adalah fondasi kesejahteraan. Aspirasi ini akan saya kawal hingga mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi teknis terkait,” tutupnya.

Dengan berbagai persoalan infrastruktur yang mencuat, reses ini menjadi momentum penting dalam memperkuat akuntabilitas pembangunan dan memastikan kebijakan daerah benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat akar rumput. (*)

Penulis: Susilo Hermanus
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *