
Manggarai, Obor Rakyat – Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Reok Barat, Reok, Cibal, dan Cibal Barat, Aven Mbejak, vcmemanfaatkan masa reses 27–28 Februari hingga 1 Maret 2026 untuk turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai.
Dalam kunjungannya ke Desa Paralando, Desa Lemarang, dan Desa Kajong, Aven menyoroti tiga isu krusial yang menjadi keluhan utama warga, yakni ketersediaan air bersih, kondisi infrastruktur jembatan, serta kebutuhan ruang kelas baru di sekolah dasar.
Dorong Perluasan Layanan Air Bersih di Lemarang
Persoalan air bersih menjadi perhatian utama saat reses di Desa Lemarang. Hingga kini, sebagian wilayah Reok Barat belum sepenuhnya terjangkau layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sehingga warga masih bergantung pada sumber air terbatas, terutama saat musim kemarau.
Aven menggelar sosialisasi pengembangan wilayah kerja PDAM dan mendorong adanya investasi serta perluasan jaringan distribusi hingga menjangkau Desa Lemarang.
Menurutnya, kebutuhan air bersih merupakan persoalan mendasar yang berdampak langsung pada kesehatan, kualitas hidup, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Masyarakat Lemarang sangat antusias menyambut rencana ini karena selama ini mereka belum menikmati layanan air minum bersih,” ujar Aven.
Ia menegaskan, percepatan layanan air bersih harus menjadi prioritas pembangunan daerah, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda.
Tinjau dan Gotong Royong Perbaiki Jembatan Lemarang
Selain air bersih, Aven juga meninjau kondisi Jembatan Lemarang yang merupakan bagian dari jalan nasional. Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah balok penyangga jembatan mulai lapuk dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Sebagai langkah cepat, Aven bersama masyarakat dan aparat desa menginisiasi kerja bakti gotong royong. Puluhan batang balok disiapkan untuk mengganti bagian yang rusak, disertai pengecoran di ujung jembatan guna memperkuat struktur.
“Paling tidak, upaya ini bisa sedikit mengurangi risiko bagi masyarakat yang melintasi jembatan tersebut,” jelasnya.
Meski bersifat sementara, langkah ini menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga sembari menunggu penanganan permanen dari pemerintah pusat.
Monitoring SDN Singkul: Siswa Belajar di Rumah Warga
Agenda reses juga menyentuh sektor pendidikan. Aven melakukan monitoring di SDN Singkul dan menemukan keterbatasan ruang kelas baru. Selama dua bulan terakhir, siswa kelas 1 terpaksa belajar di rumah warga akibat kekurangan ruang kelas dan pertimbangan faktor keamanan.
Selain itu, terdapat pohon besar di samping sekolah yang dinilai berpotensi membahayakan siswa. Pohon tersebut berada di kawasan hutan lindung sehingga memerlukan koordinasi lintas instansi untuk penanganannya.
Aven menegaskan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusi, baik untuk pembangunan ruang kelas baru maupun penanganan pohon yang mengancam keselamatan siswa.
“Kebutuhan ruang kelas dan keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas. Ini menyangkut masa depan generasi kita,” tegasnya.
Komitmen Kawal Aspirasi Hingga Tuntas
Melalui rangkaian reses ini, Aven Mbejak menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga mengawal hingga tahap realisasi. Mulai dari mendorong perluasan layanan air bersih PDAM, menggerakkan gotong royong perbaikan jembatan, hingga memantau langsung kondisi sekolah, seluruh langkah tersebut dinilai sebagai bentuk tanggung jawab wakil rakyat terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Reses kali ini memperlihatkan bahwa persoalan air bersih, infrastruktur, dan pendidikan di Reok Barat membutuhkan perhatian serius dan sinergi lintas sektor. Warga pun berharap langkah konkret yang telah dimulai dapat segera ditindaklanjuti demi peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut. (*)
Penulis: Susilo Hermanus
Editor: Redaksi