
Jember, Obor Rakyat – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas terus digencarkan Polres Jember, Polda Jawa Timur melalui program Polantas Menyapa.
Selama bulan Ramadhan 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggelar Safari Kamseltibcar Lantas sekaligus mensosialisasikan jalur rawan kecelakaan (blackspot) di wilayah hukum Jember.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama Polsek Bangsalsari, PT Jasa Raharja, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Jember sebagai bentuk kolaborasi lintas instansi untuk meningkatkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas).
Edukasi Tertib Lalu Lintas Jadi Fokus Utama
Kasatlantas Polres Jember, AKP Bernadus Bagas Simarmata, menegaskan bahwa Safari Kamseltibcar Lantas bertujuan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat terkait tata tertib dan etika berlalu lintas.
“Dalam kegiatan Polantas Menyapa ini kami menekankan pentingnya kesadaran tertib berlalu lintas sebagai kunci utama menekan angka kecelakaan,” ujar AKP Bagas, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, sebagian besar kecelakaan lalu lintas diawali dari pelanggaran pengendara, baik karena kurang disiplin, kecepatan berlebih, maupun kelalaian saat berkendara.
Jalur Jember–Lumajang dan Gunung Gumitir Masuk Blackspot
Berdasarkan data Satlantas, sejumlah jalur poros di Kabupaten Jember masuk kategori blackspot atau titik rawan kecelakaan.
Jalur utama Jember–Lumajang di wilayah Kecamatan Bangsalsari saat ini tercatat sebagai kawasan dengan angka kecelakaan tertinggi di Kabupaten Jember.
“Data ini menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih waspada,” tegas AKP Bagas.
Selain itu, jalur utama Jember–Banyuwangi di wilayah Kecamatan Sempolan, khususnya kawasan Gunung Gumitir, juga termasuk daerah rawan kecelakaan. Kondisi geografis yang berkelok dan menanjak menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara.
Satlantas Polres Jember menegaskan bahwa jalur-jalur tersebut akan menjadi atensi khusus, terutama menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Bangun Kedekatan dengan Masyarakat
Tak hanya fokus pada keselamatan, program Polantas Menyapa juga menjadi sarana membangun komunikasi dan kedekatan antara kepolisian dengan masyarakat.
Melalui dialog langsung, petugas mengajak warga untuk aktif menjaga keselamatan di jalan, termasuk menggunakan helm standar, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan.
“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat sangat diperlukan,” pungkas AKP Bagas.
Dengan intensifikasi edukasi serta pemetaan jalur blackspot di Kabupaten Jember, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif selama Ramadhan hingga Lebaran 2026. (*)
Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi