Pramuka SMAN 2 Langke Rembong Gelar Pengabdian di Panti Asuhan Manggarai, Peringati HUT ke-169 Baden-Powell

Manggarai, Obor Rakyat – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-169 Bapak Pandu Dunia, Robert Baden-Powell, Pramuka SMA Negeri 2 Langke Rembong menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Yayasan St. Elisabeth Wela Rana Panti Asuhan Pelayanan Kasih Bilas, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) Kamis (26/2/2026).
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-169 Bapak Pandu Dunia, Robert Baden-Powell, Pramuka SMA Negeri 2 Langke Rembong menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Yayasan St. Elisabeth Wela Rana Panti Asuhan Pelayanan Kasih Bilas, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Manggarai, Obor Rakyat – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-169 Bapak Pandu Dunia, Robert Baden-Powell, Pramuka SMA Negeri 2 Langke Rembong menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Yayasan St. Elisabeth Wela Rana Panti Asuhan Pelayanan Kasih Bilas, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) Kamis (26/2/2026).

Kegiatan sosial tersebut dikemas dalam bentuk kunjungan dan penyerahan bantuan sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak yatim, yatim piatu, dan anak terlantar yang diasuh di panti tersebut.

Selain berbagi bantuan, para anggota Pramuka juga membangun kebersamaan dengan memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak asuh.

Implementasi Nilai Dasa Darma Pramuka

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan hari kelahiran Baden-Powell sekaligus implementasi nilai-nilai Dasa Darma Pramuka, khususnya Dasa Darma kedua, “Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”, serta Dasa Darma kelima, “Rela menolong dan tabah”.

Perwakilan Pramuka SMAN 2 Langke Rembong, Naftalia Elkana Edo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud rasa persaudaraan dan empati terhadap sesama.

“Kami dalam kekurangan saja bisa berbagi, apalagi jika kami memiliki kelebihan. Mereka adalah teman-teman kami. Kami juga merasakan apa yang mereka rasakan. Kami berharap teman-teman di panti terus semangat dan menggapai cita-cita,” ujarnya.

Kegiatan ini turut melibatkan para pembina Pramuka, di antaranya Heriberty Madyasun Siong. Dari pihak panti asuhan, kegiatan diterima langsung oleh pengurus, termasuk Arfan yang selama ini mendampingi anak-anak asuh.

Baca Juga :  Ghyta Eka Puspita Resmi Pimpin Kwarcab Jember 2025–2030

Pembina Pramuka, Heriberty Madyasun Siong, menegaskan bahwa peringatan HUT Baden-Powell seharusnya tidak berhenti pada seremoni semata.

“Kunjungan ke panti asuhan ini adalah wujud nyata Dasa Darma kedua dan kelima. Kami berharap melalui kegiatan ini adik-adik Pramuka tidak hanya merayakan HUT Baden-Powell secara seremonial, tetapi juga mampu mengasah rasa syukur serta mempertebal empati terhadap sesama,” katanya.

Panti Asuhan Asuh 51 Anak Sejak 2013

Panti asuhan yang berdiri sejak 2013 tersebut saat ini mengasuh 51 anak dengan rentang usia mulai dari 1 tahun. Seluruh anak mendapatkan akses pendidikan formal dengan rincian:

  • 7 anak tingkat Sekolah Dasar (SD)
  • 23 anak tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  • 18 anak tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)
  • 3 anak telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi

Arfan mengungkapkan, mendidik dan merawat anak-anak dengan latar belakang dan karakter yang beragam bukanlah hal mudah. Namun, rasa lelah tersebut terbayar ketika melihat anak-anak mampu tumbuh dan melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

Ia juga bersyukur karena kebutuhan makan anak-anak selalu tercukupi, meski dalam keterbatasan pihak panti tetap berupaya membantu anak-anak terlantar di luar panti yang belum terdaftar sebagai anak asuh tetap.

Baca Juga :  Mobil Keluar dari Mapolres Situbondo, Diduga di Gunakan Anggota KPK 

“Kami bersyukur karena anak-anak tidak pernah kekurangan makanan. Bahkan dalam keterbatasan, kami tetap berusaha membantu sesama,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Interaksi antara anggota Pramuka dan anak-anak panti menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, Pramuka SMAN 2 Langke Rembong menunjukkan bahwa semangat kepanduan bukan sekadar simbol, tetapi hadir dalam aksi nyata yang menyentuh masyarakat, khususnya di Manggarai, NTT. (*)


Penulis: Susilo Hermanus
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *