Kelas Disangga Bambu, Siswa SDN Kelabang II Bondowoso Belajar di Bawah Ancaman Atap Ambruk

Bondowoso, Obor Rakyat – Kondisi memprihatinkan terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kelabang II, sebuah sekolah dasar filial di Dusun Sumber Biru, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Ruang kelas yang rusak parah terpaksa disangga bambu untuk menahan plafon dan atap yang rapuh agar tidak roboh menimpa siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.

Bondowoso, Obor Rakyat – Kondisi memprihatinkan terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kelabang II, sebuah sekolah dasar filial di Dusun Sumber Biru, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Ruang kelas yang rusak parah terpaksa disangga bambu untuk menahan plafon dan atap yang rapuh agar tidak roboh menimpa siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.

Kerusakan bangunan yang telah berlangsung bertahun-tahun itu membuat para siswa harus belajar dalam kondisi penuh kekhawatiran. Apalagi saat musim hujan, risiko bangunan ambruk semakin tinggi karena kondisi atap dan rangka plafon yang sudah lapuk.

Bangunan sekolah yang berdiri sekitar tahun 2005 tersebut disebut belum pernah mendapatkan renovasi besar selama lebih dari dua dekade. Akibatnya, ruang kelas mengalami kerusakan serius, sementara para siswa tetap harus belajar di dalamnya karena tidak tersedia ruang alternatif.

Ironisnya, kondisi ini terjadi di tengah upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Di satu sisi pemerintah terus mendorong peningkatan mutu pendidikan, namun di sisi lain masih ada siswa yang harus menimba ilmu di ruang kelas yang sewaktu-waktu bisa membahayakan keselamatan mereka.

Baca Juga :  Hampir Setengah APBD Bondowoso Terserap Belanja Pegawai, Pembangunan Dinilai Belum Optimal

Para orang tua siswa bersama pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki bangunan sekolah tersebut.

Mereka menilai keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar menunggu proses administrasi anggaran.

“Anak-anak tetap belajar, tapi kami selalu khawatir kalau plafon atau atapnya tiba-tiba roboh,” ungkap salah satu wali murid, Jumat (6/3/2026).

plafon dan langitan teras yang memprihatikan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan pihaknya telah melakukan survei langsung ke lokasi.

Menurutnya, sekolah tersebut merupakan SD filial atau kelas jauh dengan jumlah siswa relatif sedikit.

“SD negeri tersebut adalah SD filial dengan jumlah siswa sebanyak 14 orang. Sudah kami survei dan masih kami pelajari solusi anggaran pembangunannya,” ujarnya.

Meski demikian, pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, kerusakan bangunan sekolah sudah terjadi cukup lama, sementara proses perbaikan masih berada pada tahap kajian anggaran.

Jika tidak segera ditangani, kondisi bangunan yang rapuh dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa dan guru yang setiap hari beraktivitas di dalamnya.

Di tengah keterbatasan fasilitas, para siswa di SDN Kelabang II tetap datang ke sekolah dengan harapan dapat meraih masa depan yang lebih baik. Namun harapan itu seharusnya tidak dibayangi ancaman bangunan yang sewaktu-waktu bisa roboh. (*)


Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *