
Situbondo, Obor Rakyat – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan pemerintah provinsi (Pemprov) siap mengambil peran aktif dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan Madura melalui skema kawasan ekonomi khusus berbasis komoditas tembakau.
“Saya paham kenapa ada keinginan KEK di Madura dan kita siap menjadi pengusul serta akan memperjuangkan ini sampai tuntas. Madura memiliki potensi yang sangat besar dan perlu didorong melalui kebijakan yang mampu mengakselerasi pembangunan kawasan,” ujar Khofifah, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, pengusulan KEK Tembakau Madura sejalan dengan komitmen pembangunan inklusif yang terus didorong Pemprov Jawa Timur agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah.
Ia juga menegaskan bahwa konsep pembangunan yang diusung pemerintah daerah tidak boleh meninggalkan wilayah mana pun dalam proses pembangunan.
“Ini bagian dari upaya memastikan pembangunan berjalan adil dan merata. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dari proses pembangunan,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, Khofifah menugaskan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak untuk menindaklanjuti usulan tersebut melalui kajian lebih mendalam serta menyiapkan seluruh kebutuhan teknokratis dan administratif sebelum diajukan ke pemerintah pusat.
“Saya meminta Pak Wagub melakukan kajian lebih lanjut dan menyiapkan semua yang diperlukan agar proses pengusulan KEK Tembakau Madura dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan,” tambahnya.
Khofifah menilai pengembangan KEK di Madura tidak hanya berkaitan dengan peningkatan investasi, tetapi juga merupakan strategi pemerintah daerah dalam melindungi sekaligus mentransformasikan struktur ekonomi kawasan.
Menurutnya, keberadaan KEK Tembakau Madura dapat mendorong pengembangan industri hilir tembakau sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal.
“KEK ini penting sebagai bagian dari proteksi dan transformasi wilayah, agar potensi ekonomi Madura, terutama sektor tembakau dan industri turunannya, dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Emil Dardak menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan gubernur dengan melakukan kajian komprehensif terkait kelayakan dan kebutuhan pengembangan kawasan ekonomi khusus tersebut.
Menurutnya, usulan KEK Tembakau Madura memiliki dasar yang kuat karena didukung kajian akademik serta dukungan politik dari para kepala daerah di wilayah Madura.
“Kami akan menindaklanjuti arahan Ibu Gubernur dengan melakukan kajian lebih lanjut agar seluruh aspek yang dibutuhkan dalam pengusulan KEK dapat disiapkan secara matang,” ujarnya.
Ia menambahkan, KEK Tembakau Madura berpotensi menjadi instrumen penting dalam transformasi ekonomi kawasan dengan membangun ekosistem industri yang lebih kuat.
“Konsep KEK ini tidak hanya bicara tentang investasi, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat serta memberikan perlindungan terhadap ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin yang menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam mewujudkan program strategis seperti pengembangan kawasan ekonomi khusus.
“Pembangunan ekonomi daerah membutuhkan stabilitas dan kolaborasi semua pihak. Jika seluruh unsur bergerak bersama, maka program strategis seperti KEK akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura dari Komunitas Muda Madura (KAMURA), Subairi Muzakki, menjelaskan bahwa penyerahan dokumen tersebut merupakan amanah masyarakat Madura sekaligus hasil konsolidasi para kepala daerah di wilayah tersebut.
Ia menilai selama ini Madura memiliki kontribusi besar terhadap industri tembakau nasional, namun nilai tambah ekonomi yang diterima masyarakat setempat masih terbatas. Oleh karena itu, KEK Tembakau Madura diharapkan mampu menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat industri tembakau nasional dari hulu hingga hilir. (*)
Penulis: Eko Apriyanto
Editor: Redaksi