BARON Grup Proyeksikan Ekspansi Pasar Rokok Asia–Australia hingga Eropa Lewat Ekspedisi E-PARSIA

Situbondo, Obor Rakyat – Bandar Rokok Nusantara Grup atau BARON Grup memproyeksikan ekspansi besar pasar rokok internasional melalui program ekspedisi perdagangan bertajuk E-PARSIA (Ekspedisi Pasar Rokok Asia–Australia).
BARON Grup memproyeksikan ekspansi besar pasar rokok internasional melalui program ekspedisi perdagangan bertajuk E-PARSIA.

Situbondo, Obor Rakyat – Bandar Rokok Nusantara Grup atau BARON Grup memproyeksikan ekspansi besar pasar rokok internasional melalui program ekspedisi perdagangan bertajuk E-PARSIA (Ekspedisi Pasar Rokok Asia–Australia).

Program ini ditargetkan menjadi pintu masuk perluasan pasar rokok Indonesia dari kawasan Asia dan Australia hingga ke Eropa.

Owner BARON Grup, Khalilur R. Abdullah Sahlawiy yang akrab disapa Gus Lilur, menjelaskan bahwa ekspedisi tersebut merupakan langkah strategis untuk membuka pasar global bagi industri tembakau nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Petani tembakau di Indonesia berjumlah jutaan jiwa. Produksi tembakau kita melimpah. Sudah saatnya kita menjadi tuan di tanah sendiri,” ujar Gus Lilur, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga :  Khofifah Siap Jadi Pengusul KEK Tembakau Madura, Dorong Akselerasi Ekonomi Kawasan

Menyasar Pasar Asia dan Australia

Dalam tahap awal, ekspedisi E-PARSIA akan menyasar sejumlah negara di kawasan Asia dan Australia. Negara yang menjadi target antara lain Malaysia, Philippines, Hong Kong, China, Thailand, Vietnam, Cambodia, hingga Australia.

Menurut Gus Lilur, kawasan tersebut dinilai memiliki potensi pasar rokok yang besar sekaligus menjadi jalur awal untuk memperkenalkan produk tembakau Indonesia ke pasar global.

“Ekspedisi ini tidak berhenti di Asia dan Australia. Kami juga memproyeksikan langkah lanjutan untuk memasuki pasar Eropa, bahkan Amerika,” jelasnya.

Dorong Harga Tembakau Petani

Gus Lilur menegaskan bahwa ekspansi pasar internasional merupakan kunci untuk meningkatkan nilai jual tembakau yang dihasilkan petani Indonesia.

Selama ini, menurutnya, jutaan petani tembakau belum menikmati harga yang layak meskipun produksi nasional sangat melimpah.

Ia berharap terbukanya pasar internasional dapat menciptakan permintaan yang lebih besar sehingga harga tembakau di tingkat petani meningkat signifikan.

“Harus ada yang membeli tembakau petani dengan harga sepantasnya. Bahkan idealnya harga yang membuat petani hidup sejahtera, bukan sekadar cukup untuk bertahan hidup seperti yang terjadi selama puluhan tahun,” tegasnya.

Strategi Masuk Pasar Global

Melalui ekspedisi E-PARSIA, BARON Grup berupaya memperkuat jaringan perdagangan rokok lintas negara sekaligus memperkenalkan kualitas tembakau Indonesia di pasar global.

Langkah ini juga diharapkan menjadi momentum bagi industri tembakau nasional untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen tembakau terbesar di dunia.

Dengan strategi ekspansi tersebut, BARON Grup optimistis pasar internasional dapat menjadi solusi jangka panjang bagi keberlanjutan industri tembakau dan kesejahteraan jutaan petani di Indonesia. (*)


Penulis: Eko Apriyanto
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *