
Simalungun, Obor Rakyat – Mengisi momentum bulan suci Ramadan dengan kegiatan penuh makna, keluarga besar Kesenian Reog Jaranan Pemuda (KRJP) Sumatera Utara (Sumut) menggelar acara buka puasa bersama sekaligus pemberian santunan kepada anak yatim, Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kabupaten Simalungun ini menjadi bukti bahwa para pegiat seni tidak hanya fokus pada pelestarian budaya tradisional, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat sekitar.
Pemuda Pegiat Seni Perkuat Silaturahmi
Acara diawali dengan laporan dari Ketua Panitia, Rezi Ardiansah. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif para pemuda penggiat seni untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi komunitas seni untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki dampak sosial.
Pemerintah Simalungun Apresiasi KRJP Sumut
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar oleh KRJP Sumut. Bupati Simalungun, Anton Ahmad Saragih melalui Camat Siantar, Muhammad Iqbal, menyampaikan rasa bangga atas peran aktif para pemuda dalam menjaga budaya sekaligus menanamkan nilai sosial.
“Pemerintah mendukung penuh wadah kreatif seperti KRJP yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai religius dan kemanusiaan di dalam organisasinya,” ujar Iqbal saat membacakan amanat Bupati.
Pembina Dorong KRJP Terus Lakukan Aksi Sosial
Dukungan juga datang dari Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Simalungun, Mixnon Andreas Simamora yang juga menjabat sebagai Pembina KRJP Sumut. Melalui perwakilannya, Iman Nainggolan, ia berpesan agar organisasi ini terus menjadi pionir gerakan sosial di kalangan pemuda Sumatera Utara.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan karena dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Komitmen KRJP Sumut untuk Masyarakat
Sementara itu, Ketua Umum KRJP Sumut, Muhammad Dimas Pramana, menegaskan bahwa seni Reog dan Jaranan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media untuk menyatukan pemuda dalam kegiatan positif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa identitas pemuda pegiat seni adalah identitas yang peduli. Melalui santunan ini, kami berharap kehadiran KRJP Sumut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh adik-adik yatim piatu di sekitar kita,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan santunan ini diharapkan tidak berhenti pada tahun ini saja, melainkan menjadi agenda rutin setiap tahun.
Tausiah dan Buka Puasa Bersama
Acara yang dihadiri oleh pengurus KRJP Sumut serta puluhan anak yatim tersebut berlangsung penuh kekeluargaan. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Fauzi Lubis, doa bersama, serta buka puasa bersama.
Melalui kegiatan ini, KRJP Sumatera Utara berharap dapat terus menjaga kelestarian budaya tradisional sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. (*)
Penulis: S Hadi Purba
Editor: Redaksi