Candra Ary Fianto Soroti Geopolitik Dunia dan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Saat Reses di Jember

Jember, Obor Rakyat – Anggota DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, memanfaatkan kegiatan reses untuk membahas berbagai isu strategis mulai dari dinamika geopolitik global hingga pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anggota DPRD Jember Candra Ary Fianto membahas dampak geopolitik global terhadap ekonomi serta pentingnya pengawasan Program Makan Bergizi Gratis saat reses di Kalisat.

Jember, Obor Rakyat – Anggota DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, memanfaatkan kegiatan reses untuk membahas berbagai isu strategis mulai dari dinamika geopolitik global hingga pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan Reses Masa Persidangan I Tahun 2026 tersebut digelar di Desa Kalisat, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan dihadiri konstituen dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen warga, Rabu (11/3/2026).

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan interaktif, legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) yang juga menjabat Ketua Komisi B DPRD Jember itu menyoroti kondisi geopolitik dunia yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia.

Dampak Geopolitik Global Terhadap Ekonomi

Dalam pemaparannya, Candra menjelaskan bahwa konflik dan ketegangan antarnegara saat ini, termasuk dinamika yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, dapat berdampak pada perekonomian global yang pada akhirnya turut mempengaruhi kondisi ekonomi nasional.

“Bangsa Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ketika negara-negara sahabat mengalami inflasi tinggi dan konflik geopolitik semakin memanas, dampaknya bisa merambat hingga ke stabilitas ekonomi dalam negeri,” ujarnya di hadapan para konstituen.

Baca Juga :  Reses DPRD Jember, H. Nanang Moh. Nasir Serap Aspirasi Warga Kalisat Soal Jalan Rusak hingga Program Kesehatan Gratis

Menurutnya, salah satu indikator yang terdampak adalah harga minyak dunia. Dalam asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), harga minyak dipatok sekitar 70 dolar per barel. Namun saat ini harga minyak dunia telah mencapai sekitar 90 dolar per barel.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dapat memberi tekanan besar terhadap anggaran negara.

“Setiap kenaikan 1 dolar harga minyak dapat menyebabkan defisit sekitar 10 triliun rupiah dalam APBN. Artinya ketika harga minyak melonjak jauh dari asumsi awal, tekanan terhadap anggaran negara juga semakin besar,” jelasnya.

Selain itu, kondisi geopolitik global juga berdampak pada iklim investasi. Menurut Candra, sejumlah investor kini lebih berhati-hati dalam menanamkan modal di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Hal ini terlihat dari fluktuasi indeks harga saham serta pergerakan nilai tukar rupiah yang turut dipengaruhi kondisi ekonomi global.

Soroti Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Selain membahas isu geopolitik, Candra Ary Fianto juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak.

Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan yang sangat baik bagi masa depan generasi bangsa. Namun di lapangan masih ditemukan sejumlah tantangan dalam implementasinya.
Karena itu, ia menilai masyarakat perlu ikut berperan dalam mengawasi jalannya program agar benar-benar tepat sasaran.

“Kita bersama masyarakat harus peduli dan sama-sama mengawasi jalannya program MBG. Program ini sangat baik untuk masa depan generasi bangsa sehingga pelaksanaannya harus tepat sasaran dan transparan,” tegasnya.

Candra menambahkan bahwa sikap kritis masyarakat terhadap program pemerintah bukan berarti menolak kebijakan tersebut, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam memastikan anggaran negara digunakan secara benar.

“Kalau program itu baik dan berdampak positif tentu kita semua harus mendukung. Namun jika dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan, maka kita wajib mengawasi dan mengingatkan karena yang digunakan adalah uang pajak rakyat,” katanya.

Perkuat Dialog Wakil Rakyat dan Masyarakat

Melalui kegiatan reses ini, Candra berharap hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat dapat terus terjalin erat.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat serta memastikan berbagai kebijakan pembangunan berjalan secara transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Kegiatan reses tersebut menjadi salah satu sarana penting dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus membangun daerah yang lebih kuat dan berdaya saing di tengah dinamika global yang terus berkembang. (*)

Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *