DPRD Jember Dikeroyok Saat Kejar Truk Diduga Angkut Solar Subsidi Ilegal

Jember, Obor Rakyat – Aksi dramatis sekaligus memprihatinkan terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Anggota DPRD Jember dari Fraksi Partai NasDem, David Handoko Seto saat mendatangi SPBU di kawasan Tegal Besar, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jumat dini hari.

Soroti Lemahnya Pengawasan BBM

Jember, Obor Rakyat – Aksi dramatis sekaligus memprihatinkan terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Anggota DPRD Jember dari Fraksi Partai NasDem, David Handoko Seto, menjadi korban pengeroyokan setelah melakukan pengejaran terhadap truk yang diduga mengangkut solar bersubsidi secara ilegal dari sebuah SPBU di kawasan Tegal Besar, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jumat dini hari (13/3/2026).

Insiden ini menyoroti kembali persoalan klasik: lemahnya pengawasan distribusi BBM bersubsidi yang kerap dimanfaatkan oknum untuk praktik penimbunan.

Berawal dari Laporan Warga

David mengungkapkan, kejadian tersebut bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas pengisian solar bersubsidi dalam jumlah besar pada dini hari di SPBU setempat.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, ia mendatangi lokasi sekitar pukul 01.00 WIB. Di lokasi, ia menemukan sebuah truk bernomor polisi DK 8464 AS sedang mengisi solar ke beberapa tandon berkapasitas besar di bak kendaraan.

“Dari situ saya melihat indikasi kuat adanya penyalahgunaan distribusi BBM subsidi,” ujar David, Sabtu (14/3/2026).

Melihat situasi tersebut, David mengaku segera berkoordinasi dengan Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Jember, Moh. Iqbal.

Baca Juga :  Pemkab dan Kepolisian di Malang, Bakal Tindak Penggunaan Pengeras Suara Berlebihan

Ia juga menghubungi aparat dari Polsek Sumbersari untuk mengamankan kendaraan yang diduga terlibat dalam distribusi BBM bersubsidi ilegal.

Sopir Truk Kabur, Terjadi Kejar-kejaran

Namun sebelum aparat tiba, sopir truk justru melarikan diri dari area SPBU. Situasi itu membuat David memutuskan melakukan pengejaran dari wilayah Sumbersari hingga ke arah Kecamatan Ambulu.

Kejar-kejaran berlangsung cukup menegangkan, bahkan sempat memasuki sejumlah jalan kampung.
Saat berusaha menghentikan truk tersebut, mobil yang dikendarai David dilaporkan menabrak pembatas jalan.

“Tak lama setelah itu, saya didatangi sekelompok orang yang langsung melakukan pengeroyokan,” ungkapnya.

David menduga kelompok tersebut memiliki keterkaitan dengan sopir truk yang melarikan diri.

“Besar kemungkinan sopir itu sudah menghubungi segerombolan orang tersebut saat melarikan diri,” tambahnya.

Kritik Terhadap Pengawasan BBM Subsidi

Kasus ini memunculkan kritik terhadap sistem pengawasan distribusi BBM bersubsidi yang dinilai masih longgar.

Praktik pengisian dalam jumlah besar menggunakan tandon di kendaraan sebenarnya sudah lama menjadi modus penimbunan solar subsidi yang kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Padahal, BBM subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan sektor tertentu yang membutuhkan.

Baca Juga :  Sinergi Relawan TEMPE ABY dan Provost Brigif 9 Kostrad Jember, Ratusan Tempe Dibagikan di Ramadhan 1447 H

Jika dugaan ini benar, maka peristiwa tersebut bukan sekadar pelanggaran distribusi, tetapi juga potensi kejahatan ekonomi yang merugikan negara dan masyarakat luas.

Dilaporkan ke Polisi

Atas kejadian pengeroyokan tersebut, David memastikan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkannya ke Polres Jember.

Ia berharap aparat penegak hukum tidak hanya mengusut pelaku pengeroyokan, tetapi juga menelusuri dugaan jaringan penimbunan BBM subsidi yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan distribusi BBM bersubsidi di daerah perlu diperketat agar tidak terus menjadi ladang praktik ilegal yang merugikan publik. (*)


Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *