Jembatan Sentong Ambrol, Warga Bondowoso Terjebak Jalur Rusak: Pemprov Jawa Timur Diminta Bertanggung Jawab

Bondowoso, Obor Rakyat – Ambrolnya Jembatan Sentong di Kabupaten Bondowoso menjadi bukti pahit rapuhnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur vital.
Kondisi jembatan Sentong di Kabupaten Bondowoso yang ambrol.

Bondowoso, Obor Rakyat – Ambrolnya Jembatan Sentong di Kabupaten Bondowoso menjadi bukti pahit rapuhnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur vital.

Sudah hampir satu bulan jembatan yang menjadi jalur utama penghubung antar wilayah itu tidak bisa dilalui, namun hingga kini solusi nyata dari pemerintah belum juga terlihat.

Akibat putusnya akses tersebut, arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalan-jalan kabupaten dan desa yang sejatinya tidak dirancang menahan beban kendaraan berat seperti truk dan bus.

Dampaknya bisa ditebak: jalan rusak parah, berlubang, bahkan amblas di sejumlah titik. Kondisi ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga memicu kemacetan panjang dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Pemprov Jawa Timur harus bertanggung jawab. Infrastruktur jalan yang rusak harus diganti rugi,” tegas salah satu warga yang geram dengan kondisi tersebut, Minggu (15/3/2026).

Jalur Alternatif Jadi “Korban”

Sebagai langkah darurat, warga bersama pemerintah setempat membuka jalur alternatif agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh total. Jalur tersebut kini menjadi urat nadi mobilitas warga, mulai dari pelajar, pekerja, hingga kendaraan logistik.

Namun kenyataannya, jalan desa yang dipaksa menanggung beban kendaraan besar setiap hari justru menjadi korban baru dari ambrolnya jembatan tersebut.
Beberapa ruas yang kini mengalami kerusakan berat berada di wilayah Taman, Tamanan, Grujugan, Koncer Kidul, Sukowiryo, hingga Duko. Jalan yang sebelumnya cukup layak untuk kendaraan kecil kini berubah menjadi jalur berlubang, retak, dan sebagian mulai ambles.

Baca Juga :  Gercep, Polisi bersama TNI dan BPBD Bondowoso Tangani Dampak Banjir dan Tanah longsor di Wilayah Kecamatan Tlogosari 

Tak hanya itu, jalan yang sempit membuat arus kendaraan sering macet total. Situasi ini diperparah oleh debu tebal dan kebisingan kendaraan berat yang melintas tanpa henti.

Distribusi Ekonomi Terganggu

Putusnya Jembatan Sentong juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi barang menjadi terhambat, sementara warga yang biasanya hanya menempuh jarak dekat ke pusat kota kini dipaksa memutar hingga sekitar 20 kilometer.
Akses menuju fasilitas publik seperti rumah sakit, pasar, perkantoran, dan sekolah pun ikut terganggu.

Kondisi ini membuat masyarakat merasa semakin terbebani. Mereka harus menanggung kerusakan jalan desa, kemacetan, hingga risiko kecelakaan, sementara penyebab utamanya adalah rusaknya infrastruktur yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi (Pemprov).

Pemerintah Diminta Jangan Tutup Mata

Warga menilai Pemprov Jawa Timur tidak boleh lepas tangan. Terlebih, menurut masyarakat setempat, tanda-tanda kerusakan jembatan sebenarnya sudah lama terlihat sebelum akhirnya ambrol.

Baca Juga :  Puluhan Mahasiswa dan Orangtua Siswa Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kejari Simalungun, Tuntut Penanganan Kasus Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah

“Pemprov Jawa Timur jangan tutup mata. Padahal sebelum jembatan Sentong ambrol, pemerintah daerah sudah memberikan rambu-rambu,” ujar warga dengan nada kecewa.

Masyarakat Bondowoso kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar janji. Perbaikan jembatan harus segera dilakukan, sekaligus perbaikan jalan-jalan desa yang rusak akibat dialihkannya arus kendaraan.

Jika tidak, ambrolnya Jembatan Sentong bukan hanya soal infrastruktur yang runtuh, tetapi juga simbol runtuhnya tanggung jawab pemerintah terhadap keselamatan dan kesejahteraan warganya. (*)


Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *