
Jember, Obor Rakyat – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember, Ahmad Hairozi, melaksanakan kegiatan reses masa sidang ke-I Tahun 2026 yang digelar di Jalan Parang Tritis, Lingkungan Pelinggian, Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Sabtu (14/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Hairozi yang berasal dari Partai Gerindra menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jember.
Menurutnya, program MBG memiliki peran strategis dalam mengatasi persoalan stunting di daerah. Ia menyebut Kabupaten Jember masih termasuk daerah dengan angka stunting yang cukup tinggi di Jawa Timur, sehingga program tersebut harus dijalankan dengan baik dan bebas dari penyelewengan.
“Program MBG ini sangat penting untuk menekan angka stunting sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM. Namun mekanisme pelaksanaannya harus benar-benar bersih dari penyimpangan,” ujar Ahmad Hairozi.
Ia juga menyoroti keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi dapur penyedia makanan dalam program MBG. Menurutnya, pengelolaan dapur SPPG harus sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan pemerintah serta memenuhi standar kesehatan, baik dari sisi kebersihan maupun kualitas menu gizi yang disajikan.
Ahmad Hairozi menilai masih terdapat sejumlah pengelola SPPG yang tidak mematuhi aturan demi mencari keuntungan pribadi tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan anak-anak penerima manfaat program MBG.
Bahkan, ia menyebut sekitar 18 SPPG telah dikenai sanksi suspensi karena tidak memenuhi standar operasional dan higienitas yang telah ditetapkan.
Karena itu, Ahmad Hairozi mengajak masyarakat untuk turut aktif memantau pelaksanaan program tersebut, khususnya terkait pengelolaan dapur SPPG.
“SPPG harus difilter secara ketat. Kita membutuhkan pengelola yang benar-benar loyal terhadap program ini, bukan yang menjalankannya secara asal-asalan,” tegasnya.
Ia juga berharap masyarakat semakin kritis dan aktif memonitor aktivitas produksi dapur SPPG, terutama di wilayah Kecamatan Pakusari, Ajung, Kaliwates, dan Sumbersari.
Menurutnya, pengawasan bersama sangat penting karena program MBG merupakan salah satu program strategis yang berdampak langsung terhadap kesehatan anak-anak sekaligus kesejahteraan masyarakat. (*)
Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi