
Jakarta, Obor Rakyat – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Madura (DPP IKAMA) kembali menggelar program mudik gratis bagi para anggotanya untuk menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah.
Program sosial tahunan ini diikuti sekitar 1.000 peserta yang diberangkatkan menuju kampung halaman di Madura pada Minggu (15/3/2026).
Sejak pukul 07.00 WIB, para peserta telah memadati kantor DPP IKAMA di Jakarta untuk melakukan registrasi serta persiapan keberangkatan. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian organisasi dalam membantu para anggota yang ingin merayakan Hari Raya bersama keluarga di kampung halaman.
Pemberangkatan bus pertama dilakukan pada pukul 11.12 WIB dari Jakarta Timur dengan tujuan akhir Sumenep, Pulau Madura. Selanjutnya, keberangkatan disusul oleh armada dari Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan.
Sekretaris Jenderal DPP IKAMA, H. Hanafi SF, yang didampingi Bendahara Umum H. Ach. Arif Efendi, menjelaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan gagasan Ketua Umum DPP IKAMA, H. Muhammad Rawi.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam menyeimbangkan dimensi finansial dan sosial dalam setiap aktivitasnya.
“Program ini merupakan bentuk pelayanan kepada anggota IKAMA dengan menyeimbangkan dimensi finansial dan dimensi sosial organisasi, seperti bidang pendidikan, ekonomi, hukum, serta penguatan jejaring usaha melalui Asosiasi Pengusaha Limbah dan Logam Tua Indonesia (Apelti),” ujar Hanafi kepada awak media di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Secara resmi, pemberangkatan mudik gratis ini dibuka oleh sesepuh IKAMA, H. Zaeni Sidi, yang mewakili Ketua Umum DPP IKAMA H. Muhammad Rawi yang tengah menunaikan ibadah umrah.
Hanafi menegaskan bahwa fasilitas mudik gratis ini diperuntukkan khusus bagi anggota IKAMA yang telah terdaftar secara resmi dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) IKAMA.
Menurutnya, KTA IKAMA dirancang sebagai kartu multifungsi yang tidak hanya berfungsi sebagai identitas anggota, tetapi juga memiliki empat kegunaan utama, yakni akses asuransi melalui program AXA Mandiri, alat transaksi pembayaran, kartu koperasi, serta uang elektronik (e-money). Melalui inovasi tersebut, IKAMA mendorong anggotanya untuk masuk ke dalam sistem keuangan formal sekaligus memperoleh perlindungan finansial yang lebih baik.
Ia menambahkan, empat pilar utama IKAMA—pendidikan, ekonomi, sosial, dan bantuan hukum—akan terus diperkuat secara berkelanjutan. Organisasi menargetkan diri tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan anggotanya.

Sementara itu, Bendahara Umum DPP IKAMA, H. Ach. Arif Efendi, menjelaskan bahwa total armada yang digunakan dalam program mudik gratis tahun ini mencapai 19 bus dengan pola pemberangkatan bertahap selama lima hari.
Dua bus telah lebih dahulu diberangkatkan pada 13 Maret 2026 dari DPW IKAMA Sumatera Selatan yang disponsori langsung oleh Ketua DPW IKAMA Sumsel, H. Taufiq.
Selain itu, enam bus diberangkatkan dari DPW IKAMA Jawa Barat dan tujuh bus dari DPP IKAMA.
Selanjutnya, pada 18 Maret 2026 akan kembali diberangkatkan enam bus yang bersinergi dengan Pewarta Jawa Timur.
Arif menambahkan bahwa terselenggaranya program mudik gratis ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Selain dukungan dari tokoh Madura yang dikenal sebagai Sultan Madura, H. Her selaku CEO Bawang Mas Group, sejumlah perusahaan juga turut berkontribusi, di antaranya PT Karya Alasin Nusantara dan PT Hans Solusindu.
“Sinergi antara IKAMA dengan Bawang Mas Group serta dukungan berbagai perusahaan menjadi kekuatan penting dalam menyukseskan program mudik gratis ini,” ujar Arif.
Antusiasme juga datang dari para pengurus cabang. Wakil Ketua DPC IKAMA Jakarta Timur, Nurul, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum DPP IKAMA H. Muhammad Rawi beserta jajaran pengurus pusat atas terselenggaranya program tersebut.
Untuk wilayah Jakarta Timur sendiri, kata Nurul, tersedia kuota satu bus dengan kapasitas 50 kursi yang seluruhnya telah terisi oleh anggota.
“Alhamdulillah, program ini sangat membantu saudara-saudara kita yang ingin mudik tetapi terkendala biaya, apalagi perjalanan ke Madura membutuhkan ongkos yang tidak sedikit. Harapan kami program ini bisa istiqamah dan terus berjalan setiap tahun,” ujarnya.
Program mudik gratis DPP IKAMA ini diharapkan terus berkembang setiap tahunnya sehingga semakin banyak anggota yang dapat merasakan manfaatnya serta mempererat solidaritas masyarakat Madura di perantauan. (*)
Penulis: Wahyu Widodo
Editor: Redaksi