Pemkab Jember Percepat Pencairan THR hingga Insentif Desa Jelang Idul Fitri

Jember, Obor Rakyat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah strategis untuk memastikan kesiapan ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Fokus utama kebijakan ini adalah percepatan pencairan berbagai hak keuangan bagi tenaga kerja pemerintah hingga tingkat desa.
Bupati Jember, Muhammad Fawait saat memberikan sambutan.

Daya Beli Masyarakat Didorong

Jember, Obor Rakyat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah strategis untuk memastikan kesiapan ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Fokus utama kebijakan ini adalah percepatan pencairan berbagai hak keuangan bagi tenaga kerja pemerintah hingga tingkat desa.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menegaskan bahwa hampir seluruh kewajiban pemerintah daerah telah direalisasikan sebelum Lebaran.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya beli sekaligus memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam merayakan hari raya.

“Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, PNS, hingga PPPK, termasuk pegawai paruh waktu, sudah kami tuntaskan,” ujar Fawait, Minggu (24/3/2026).

Selain THR dan gaji, Pemkab Jember juga mempercepat pencairan berbagai insentif penting lainnya. Realisasi honor guru ngaji telah mencapai sekitar 99 persen, sementara Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan honor kader posyandu turut dipercepat meskipun jadwal awalnya berada di bulan Maret.

Baca Juga :  Operasi Ketupat 2026 Hari ke-9 Aman Kondusif, Polri Hentikan One Way Nasional

Kebijakan percepatan ini diharapkan mampu mendorong perputaran uang di masyarakat menjelang Lebaran, yang secara langsung berdampak pada peningkatan konsumsi rumah tangga.

“Alhamdulillah, hampir seluruh kewajiban sudah terealisasi. Kami ingin masyarakat bisa berlebaran dengan senyum dan tenang,” tambahnya.

Di sisi lain, meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang hari besar keagamaan seringkali diiringi kenaikan harga barang. Namun, Pemkab Jember tetap optimistis kondisi ekonomi daerah tetap terkendali.

Gus Fawait, yang memiliki latar belakang pendidikan ekonomi, menjelaskan bahwa inflasi merupakan fenomena yang wajar selama masih berada dalam batas aman.

“Selama inflasi lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi, maka kondisi ekonomi daerah masih sehat,” jelasnya.

Dengan kebijakan ini, Pemkab Jember berharap momentum Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal yang memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. (*)


Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *